Pemerintah Anjurkan WFH Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19
Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah yang baru saja dilalui telah memberikan pemulihan aktivitas perekonomian yang begitu tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/080322-Luhut-Binsar-Pandjaitan.jpg)
Gambaran baik lainnya dilihat dari rawat inap secara nasional yang terus turun hingga 97 persen.
Tingkat hunian tempat tidur rumah sakit juga sangat rendah yaitu hanya 2 persen, dari keseluruhan tempat tidur yang tersedia.
Selain itu kasus kematian turun hingga 98 persen yang disebabkan varian Omicron.
Dan positivity rate berada di bawah 0,7 persen.
"Berdasarkan data di atas kami menyakini kondisi varian Omicron di Indonesia di tengah momen Idul Fitri hingga saat ini masih terkendali," kata Luhut menambahkan.
Khusus di daerah Jawa-Bali, perkembangan pandemi juga mengalami penurunan secara signifikan di dalam semua aspek.
Seperti kasus konfirmasi harian, rawat inap rumah sakit, hingga tingkat kematian hampir di seluruh Jawa-Bali.
Seluruh provinsi di Jawa-Bali mengalami penurunan kasus mencapai 99 persen. Dibandingkan puncak kasus omicron beberapa waktu lalu.
"Seiring dengan terkendalinya kasus covid-19, langkah-langkah relaksasi PPKM akan terus dilakukan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut," pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran, Pemerintah Anjurkan WFH