Sabtu, 7 Maret 2026

Lebaran Ketupat Gorontalo

Iwan Lamker Buat 750 Ujung Nasi Bulu di Kawasan Kampung Jawa-Gorontalo

Kepada TribunGorontalo.com dia mengatakan dirinya sudah menjual nasi bulu tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Ia berjualan sejak Minggu 8 Mei 2022

Tayang:
zoom-inlihat foto Iwan Lamker Buat 750 Ujung Nasi Bulu di Kawasan Kampung Jawa-Gorontalo
TribunGOrontalo.com/AgungPanto
Masyarakat Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontaloberjualan nasi bulu dan dodol, Senin (9/5/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Momen lebaran ketupat dimanfaatkan sebagian masyarakat Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo untuk berjualan nasi bulu dan dodol, Senin (9/5/2022).

Iwan Lamker Umar misalnya, ia menjajakan nasi bulu di depan rumahnya. Nasi bulu tersebut dijual dengan harga Rp 30 ribu per ujung dan dodol dijual Rp 5 ribu per ikat.

Kepada TribunGorontalo.com dia mengatakan dirinya sudah menjual nasi bulu tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Ia berjualan sejak Minggu 8 Mei 2022 kemarin. 

Tak main-main, ia bahkan sampai memasak 5 koli beras untuk dijadikan nasi bulu. Beras sebanyak ti kata dia menghasilan 750 ujung nasi bulu. 

Selain menjualnya langsung di depan rumah. Ia pun menerima pesanan untuk masyarakat yang melaksanakan lebaran ketupat. 

"Kalau tahun ini persediaan kami ada sebanyak 5 karung beras atau kalo di total bisa menjadi 750 ujung nasi bulu, itu kami jual dengan harga Rp 30 ribu per ujungnya," ungkap Iwan

"Penjualan tahun ini pun meningkat pesat dari tahun kemarin walaupun harga nasi bulu yang dijual kamrin lebih rendah dari kemarin," tambah Iwan. 

Sebelumnya tahun kemarin ia pun menjual nasi bulu tersebut dengan harga Rp 20 ribu per ujungnya.

Alasan menaikan harga per ujung itu karena bahan baku utama, yaitu beras ketan/pulo mengalami kenaikan, mencapai 1 juta per karungnya. 

Memang, diketahui sudah bertahun-tahun masyarakat Gorontalo menjadikan kawasan kampung Jawa di Kabupaten Gorontalo, sebagai tujuan para perayaan Lebaran Ketupat. 

Menurut sejarah, perayaan Lebaran Ketupat di Gorontalo ini pertama kali digelar oleh masyarakat Jawa-Tondano (Jaton) sejak kedatangan mereka pada 1909. 

Mereka diketahui adalah transmigran dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Mereka tersebar di Desa Kaliyoso, Roksonegoro, Mulyonegoro, dan Yosonegoro. Desa-desa itu secara administrasi berada di Kabupaten Gorontalo. 

Sementara itu, Lebaran Ketupat di Gorontalo tahun ini digelar pada hari ini 9 Mei 2022. Ketupat sendiri adalah lebaran yang digelar satu minggu setelah Lebaran Idul Fitri atau biasanya pada 8 Syawal. Lebaran yang memang tradisi masyarakat Jawa ini digelar setelah menyelesaikan puasa selama 6 hari setelah lebaran Idul Fitri.

Dalam sejarahnya, Lebaran Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Saat itu ia memperkenalkan dua istilah Bakda. Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. 

Bakda Lebaran dipahami dengan prosesi pelaksanaan shalat Ied satu Syawal hingga tradisi saling kunjung dan memaafkan sesama muslim, sedangkan Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved