Lebaran Ketupat Gorontalo
Demi Kualitas, Masyarakat Desa Yosonegoro-Gorontalo Masak Dodol Hingga 9 Jam
Pantauan TribunGorontalo.com pada Jumat (6/5/2022) hampir di setiap rumah di desa tersebut terdapat aktivitas memasak dodol.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Selain ketupat, dodol menjadi salah satu penganan manis khas Indonesia yang hadir pada perayaan lebaran ketupat di Gorontalo. Sebagai pusat pelaksanaan lebaran ketupat, masyarakat di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, kini mulai menyiapkan dodol tersebut.
Pantauan TribunGorontalo.com pada Jumat (6/5/2022) hampir di setiap rumah di desa tersebut terdapat aktivitas memasak dodol. Dodol itu nantinya akan dibagikan kepada tamu dan sanak keluarga yang berkunjung pada lebaran ketupat Senin (9/5/2022) nanti.
Abdul Gafar Masulu (42) salah satu warga Yosonegoro yang ditemui TribunGorontalo.com mengungkapkan, dirinya sudah mulai memasak dodol sejak dua hari yang lalu.
Ia membeberkan jika saat ini memasak sedikitnya 16 kilogram dodol. Belasan kilo itu nantinya jika dikemas dalam bungkusan kecil, akan mencapai 300 bungkus.
Tidak mudah memasak dodol menurut Abdul. Sebab, butuh keahlian dan kesabaran serta ketekunan. Dodol yang berkualitas kata dia harus dimasak selama 8-9 jam. Menggunakan kuali besar, adonan dodol itu mesti diaduk setiap menit.
"Memang ini sudah menjadi tradisi tahunan di sini memasak dodok. Dan untuk memasak dodol itu butuh waktu yang sangat lama, dan harus diaduk terus, kalau tak diaduk pasti dodolnya hangus," kata Abdul.
Belasan kilo dodol itu kata Abdul dimasak dalam dua tahap. Pertama ia memasak untuk 6 kg, lalu memasak 10 kg.
“Jadi totalnya 16 kg, nantinya lagi dodol itu akan dikemas lagi setelah didinginkan," tambah Abdul.
Senada dengan Abdul, Jen Pontoh (45) dan Ima Masala(45) juga mengaku memasak dodol dalam waktu yang lama. Bedanya, mereka hanya memasak sebanyak 5 kg.
Ima mengatakan, tradisi ini merupakan tradisi turun temurun yang di jalalnkan oleh masyarakakt kampung jawa di Yosonegoro.
"Saya kenal ini sejak masih kecil makanya ini sudah satu kebiasaan dan tradisi di sini," ungkap Ima.
Proses setelah dimasak adonan dodol akan didinginkan sebelum di bungkus dengan daun woka.
"Kalau didinginkan itu kurung waktu 10-12 jam kemudian akan dibungkus menggunakan daun woka," kata Ima.
Daun Woka pun didapat dari para penjual dadakan di pasar dan area desa tersebut.
"Prosesnya sama, setelah didinginkan, dibelah-belah dodolnya terus dibungkus dengan daun woka tersebut, dan membungkus pun harus hati hati kalo tidak dapat merobek daun woka tersebut," tutup Jen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dodol-004.jpg)