Kemendagri Halalbihalal Lebaran Idulfitri di Metaverse
Memanfaatkan teknologi. Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Beberapa perguruan tinggi di sini sudah mulai menyusun program untuk mengajarkan ilmu-ilmu kepada mahasiswa dengan konsep metaverse.
Akan semakin banyak bidang-bidang ilmu yang diajarkan dengan konsep metaverse, dan untuk berbagai tingkatan pendidikan. Dunia kedokteran sangat terbantu dengan metaverse.
Organ-organ tubuh manusia dapat diperlihatkan dan disentuh sehingga jelas cara bekerjanya melalui gambar-gambar tiga dimensi beresolusi tinggi dengan latar belakang suara yang bening.
Menunjukkan efek simpul syaraf di bagian tengah otak yang mengalami gangguan dapat disimulasi sehingga dapat diketahui cara terbaik untuk menanganinya tanpa rIsiko besar.
Dunia pariwisata juga diuntungkan dengan metaverse. Orang bisa berkunjung ke candi Borobudur dengan membayar tanda masuk secara virtual untuk mengamati relief dengan detail, dengan penjelasan dari pemandu yang paham banyak bahasa.
Orang juga bisa menghadiri upacara keagamaan di suatu tempat ibadah virtual, lalu mendengarkan ceramah dari pemuka agama favoritnya, bertukar sapa dengan sesama jamaah, dan kemudian kembali ke dunia nyata dengan hati yang lebih damai.
Metaverse dikembangkan untuk keperluan bisnis, namun juga dimanfaatkan oleh lembaga non-bisnis seperti pemerintahan.
Pemerintah Kota Metropolitan Seoul mencanangkan akan menyelesaikan pembangunan kota virtual dalam pada tahun 2025/2026.
Di Metaverse Seoul, pengunjung dapat mengurus berbagai keperluan yang terkait dengan pelayanan pemerintahan, seperti keterangan kependudukan, perizinan usaha, mendapatkan informasi mengenai pendidikan dan pelayanan kesehatan, menanyakan kebijakan pemerintah kota, atau melihat rencana tata ruang kota, dsb.
Warga cukup memasang kacamata VR, lalu pergi ke kantor wali kota maya untuk mengurus keperluannya. Semua serba terprogram, sehingga cepat dan efisien, dan cukup dilakukan di rumah.
Penerapan konsep metaverse secara massal seperti telepon pintar saat ini masih menghadapi berbagai kendala.
Salah satunya adalah harga kacamata VR yang masih tinggi bagi kebanyakan orang, di samping jumlahnya yang terbatas di pasaran.
Maka riset untuk membuat perangkat lunak dan keras dari teknologi metaverse perlu dilakukan. Indonesia perlu bersiap diri untuk menguasai teknologi pendukung metaverse.
SDM ahli metaverse perlu diperbanyak sejak sekarang. Kerjasama antarperguruan tinggi terkemuka dalam bidang IT perlu dibangun.
Pemerintah melalui kementerian/lembaga dan BUMN terkait perlu merintis pengembangan metaverse yang berkarakter nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/060522-Metaverse.jpg)