Cerita Wapres AS Kamala Harris Terpapar Covid-19

Pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih menjadi momok global. Belakangan menulari elite pemerintahan Amerika Serikat.

Editor: Lodie Tombeg
Tribunnews
Wapres AS Kamala Harris 

TRIBUNGORONTALO.COM, Washington - Pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih menjadi momok global. Belakangan menulari elite pemerintahan Amerika Serikat.

Wakil Presiden AS Kamala Harris dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Selasa (26/4/2022) waktu setempat. Informasi ini diumumkan Gedung Putih.

Namun, ia tidak menunjukkan gejala. Dalam sebuah pernyataan, sekretaris pers Wakil Presiden AS Kirsten Allen mengatakan Harris akan menjalani karantina dan bekerja dari rumah.

"Harris belum melakukan kontak dekat dengan Presiden atau Ibu Negara karena jadwal perjalanan masing-masing belum lama ini," demikian bunyi pernyataan tersebut.

"Dia akan mengikuti pedoman CDC dan saran dari dokternya. Wakil Presiden akan kembali ke Gedung Putih ketika hasil tesnya negatif."

Terakhir, Harris dan Presiden AS Joe Biden terlihat bersama dalam acara Easter Egg Roll pada 18 April. Setelah itu, ia kembali ke Washington pada Senin lalu.

Selasa pagi, Harris tiba di Gedung Putih dan dinyatakan positif usai dites, menurut sumber kepada ABC News.

"Saya akan menjalani isolasi dan mengikuti pedoman CDC," tweet Harris di akun Twitter-nya. "Saya bersyukur sudah divaksin dan memeroleh booster." Berdasarkan keterangan Allen, saat ini Harris sudah menjalani pengobatan.

"Setelah berkonsultasi dengan dokter, Wakil Presiden diberi resep dan sudah menggunakan Paxlovid," demikian bunyi tweet Allen.

Paxlovid adalah obat antivirus kombinasi Nirmatrelvir dan Ritonavir yang dikembangkan oleh Pfizer. Dr Ashish Jha, koordinator respons Covid-19 di Gedung Putih menjelaskan siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendapatkan obat tersebut.

"FDA sudah menetapkan kriteria siapa yang sebaiknya mendapatkan Paxlovid. Pada dasarnya siapa pun yang berisiko tinggi mengalami komplikasi," katanya.

"Intinya, apa yang saya rekomendasikan adalah jika kita terkena Covid-19, lakukan konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan."

Menurut WHO, Ini 3 Gejala Long Covid 

Memasuki tahun ketiga pandemi, kita dihadapkan dengan beberapa kondisi yang dikenal dengan sebutan long Covid. Banyak orang menghadapi sejumlah keluhan kesehatan bahkan setelah sembuh dari infeksi Covid-19.

Pertambahan jumlah kasus terkait long Covid membuktikan virus ini berdampak pada kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved