Anda Terlalu Sering Posting Diri Sendiri di Medsos? Mari Kenali Gejala Anxiety
Seseorang terlalu banyak berbagi hal-hal yang seharusnya disimpan untuk diri sendiri dan orang-orang yang terdekat.
TRIBUNGORONTALO.COM - Pernahkah kalian mendengar istilah oversharing?
Oversharing yakni orang yang terlalu banyak membagikan informasi pribadi di media sosial.
Adakalanya seseorang terlalu banyak berbagi hal-hal yang seharusnya disimpan untuk diri sendiri dan orang-orang yang terdekat.
Secara tak sadar hal ini memiliki penyebab atau pemicu seseorang terlalu banyak membagikan konten di media sosial.
1. Anxiety atau kegelisahan
Beberapa orang cenderung menjadi sangat banyak bicara ketika mereka sedang mencemaskan sesuatu.
Hal itu salah satu upaya untuk terlihat normal di mata orang-orang di sekitar.
Dikutip TribunGorontalo.com dari HaloDoc, social anxiety disorder atau fobia sosial bisa disebut kecemasan sosial berlebihan.
Kamu mengalami ketakutan yang begitu ekstrem dalam suatu situasi sosial yang melibatkan performa tertentu.
Ini lebih sering terjadi pada situasi yang benar-benar asing atau kamu merasa akan diawasi dan dinilai oleh orang lai
Akan tetapi ketika mereka mulai berbicara karena stres, mereka menjadi kurang mampu mengendalikan apa yang mereka katakan dan berapa lama mereka berbicara.
Beberapa orang mungkin merasa canggung di kehidupan sosial kemudian berpikir, satu-satunya cara untuk menyesuaikan diri adalah mulai berbicara tentang kehidupan mereka.
Begitulah hingga akhirnya seseorang mulai nyaman mengungkapkan hal-hal tentang hidup yang terlalu pribadi.
Padahal hal itu mungkin membuat orang lain merasa aneh.
2. Kesepian atau upaya untuk menciptakan keintiman
Seringkali, orang meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka tidak kesepian.
Ketika akhirnya mereka menemukan wadah untuk membagikan atau bertemu orang-orang, saat itulah mereka mulai berbagi secara berlebihan.
Kebutuhan mereka untuk terhubung dan membongkar semua perasaan yang selama ini dipendam ketika sendiri begitu besar.
Sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Namun, ini mungkin cara mereka untuk lebih dekat dengan orang-orang dan menciptakan ikatan baru.
Akan tetapi ketika semua terlalu cepat diluapkan bukannya membuat orang tetap dekat, mereka justru membuatnya menjauh.
Itu karena kita tidak mungkin terburu-buru melakukan sesuatu yang membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan.
3. Batasan yang buruk dan isyarat sosial yang hilang
Setiap hubungan, apa pun sifatnya, perlu memiliki batasan.
Namun, terkadang orang tidak dapat memahami batasan tersebut dan tidak dapat menerima isyarat yang Anda kirimkan kepada mereka.
Komunikasi non-verbal terkadang lebih kuat daripada pesan verbal.
Akan tetapi orang yang cenderung overshare tidak dapat dengan mudah membacanya.
Itu mungkin membuat seseorang merasa canggung dan tidak tahu bagaimana harus bereaksi.
4. Penggunaan media sosial yang ekstrim
Sangat mengejutkan mengetahui bahwa sekitar 40 % pengguna media sosial berusia antara 18 dan 35 tahun menyesal telah memposting sesuatu yang bersifat pribadi.
Ada bukti yang tidak dapat disangkal bahwa orang cenderung berbagi secara berlebihan di akun media sosial mereka.
Banyak orang akan membagikan informasi yang sangat pribadi secara online sebelum mereka membaginya dengan orang yang mereka cintai di kehidupan nyata.
Dan itu bisa memiliki konsekuensi serius karena kita tidak pernah tahu siapa yang akan melihat postingan.
Termasuk bagaimana mereka akan bertindak berdasarkan postingan kita tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Anxiety.jpg)