Senin, 9 Maret 2026

Ahli Gizi Beber Takaran Ngopi Yang Baik Bagi Tubuh di Bulan Puasa

- Minum kopi atau dikenal sebutan Ngopi merupakan kegiatan yang digemari sebagian besar kalangan lelaki, tak terkecuali wanita dewasa.

Tayang:
zoom-inlihat foto Ahli Gizi Beber Takaran Ngopi Yang Baik Bagi Tubuh di Bulan Puasa
TribunJateng.com
Ilustrasi minum kopi 

TRIBUNGORONTALO.COM - Minum kopi atau dikenal sebutan Ngopi merupakan kegiatan yang digemari sebagian besar kalangan lelaki, tak terkecuali wanita dewasa.

Rasanya tak lengkap menjalani aktifitas harian kalau tidak diawali dengan ngopi di pagi hari.

Tak sedikit pecinta kopi, merasa tidak semangat jika belum ngopi.

Namun demi kesehatan tubuh, ada baiknya untuk membatasi jumlah kopi yang akan diminum setiap harinya.

Terlebih jika memiliki riwayat penyakit asam lambung dan menjalankan ibadah puasa.

Menanggapi hal ini, Ahli Gizi, Radyan Yaminar memberikan takaran minum kopi yang bisa diikuti.

Profil

Radyan merupakan alumni dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan program studi Ilmu Gizi.

Ia tercatat sebagai mahasiswa sejak September 2014 hingga Januari 2019.

Sebelumnya, ia menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sejak Juli 2012 hingga Juli 2014 di SMA Alfirdaus Sukoharjo dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Banyak karya ilmiahnya yang ia publikasikan melalui akun Instagram, Linkedin dan beberapa di antaranya di PROSIDING URECOL.

 Atas keuletannya, ia memiliki beberapa penghargaan bergensi.

Baik dari tingkat universitas maupun tingkat nasional dan juga menerima beasiswa.

Tanya-Jawab (Q&A)

- Tanya:

Sebaiknya dalam sehari berapa gelas minum kopi?

Dea, Solo.

Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz Menjawab:

Untuk takaran pastinya saya belum pernah menemukan sumbernya.

Tetapi beberapa sumber mengatakan paling aman sekitar 300 sampai 400 Mg kafein (sekitar empat cangkir).

Namun jika dikonsumsi saat berpuasa,  secangkir saja sudah cukup.

Perhatikan jenis kopi yang akan dikonsumsi.

Kopi sachetan biasanya lebih banyak mengandung gula, dibandingkan kopinya sendiri.

Berbeda dengan kopi bubuk yang benar-benar pahit.

Lebih baik batasi penggunaanya, karena kopi bersifat asam.

Perlu diketahui, Ph itu kalau semakin rendah akan semakin asam, sebaliknya jika semakin tinggi akan semakin basa.

Kalau untuk kopi itu sekitar 3 sampai 4 kandungan Ph-nya.

Selain itu kopi ada kandungan kafein yang bisa mengaktifkan enzim gastrin di lambung.

Enzim gastrin bisa membuat kerja lambung lebih efektif atau lebih keras lagi. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunhealth.com dengan judul Takaran Minum Kopi saat Berpuasa yang Dianjurkan oleh Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz, https://health.tribunnews.com/2022/04/26/takaran-minum-kopi-saat-berpuasa-yang-dianjurkan-oleh-ahli-gizi-r-radyan-yaminar-sgz?page=2.
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ekarista Rahmawati

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved