Jumat, 6 Maret 2026

Tiga Lembaga Luar Negeri Kucurkan Dana Miliaran Rupiah untuk Petani Kakao Indonesia

Dana ratusan miliar itu nantinya akan dikucurkan untuk  meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan industri kakao Indonesia.

Tayang:
zoom-inlihat foto Tiga Lembaga Luar Negeri Kucurkan Dana Miliaran Rupiah untuk Petani Kakao Indonesia
TribunGorontalo.com/
Ilustrasi kakao. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Tiga lembaga luar negeri akan bantu petani kecil Indonesia Melalui kemitraan Advancing Cocoa Agroforestry towards Income, Value, and Environmental Sustainability (ACTIVE).

Tiga lembaga luar negeri itu yakni USAID, Mars Inc., dan Institute for Development Impact (I4DI).

Investasi bersama ketiganya mencapai Rp 103 miliar atau USD 7,2 juta. 

Dana ratusan miliar itu nantinya akan dikucurkan untuk  meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan industri kakao Indonesia.

Petani kecil akan didukung dalam meningkatkan produktivitas serta mata pencaharian mereka melalui praktik pertanian cerdas iklim. 

Sejumlah langkah yang akan dilakukan misalnya meningkatkan pengelolaan sumber daya air untuk mengatasi kekeringan. 

Selain itu, juga melindungi tanaman asli yang dapat meningkatkan penyimpanan karbon. 

Sebab, peningkatan pertanian kakao ini bisa berjalan seiring dengan penurunan emisi gas rumah kaca.

Dari informasi yang dikumpulkan TribunGorontalo.com, dari praktik-praktik tersebut, petani diharapkan akan menjadi bagian dari solusi untuk membangun ketangguhan Indonesia terhadap bencana alam terkait iklim yang semakin sering terjadi, seperti tanah longsor yang dapat merusak pertanian dan tanaman kakao.

Apalagi, Inisiatif ini juga akan berkontribusi pada pasokan komoditas kakao dari Indonesia yang dapat diandalkan serta tangguh iklim.

Amerika Serikat merupakan pasar tujuan terbesar kedua di dunia untuk komoditas ini, memungkinkan para petani kecil mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan.

Kontribusi USAID dalam program ACTIVE menegaskan kembali komitmen bersama Amerika Serikat dan Indonesia untuk memerangi perubahan iklim demi masa depan bersama.

Dengan mempromosikan praktik wanatani kakao berkelanjutan yang memitigasi perubahan iklim, juga memungkinkan para petani untuk beradaptasi dengan konsekuensi iklim saat ini.

ACTIVE adalah kemitraan ke-11 yang dibentuk di bawah program HEARTH, di mana USAID berinvestasi bersama dengan sektor swasta untuk memajukan kesejahteraan manusia dan bumi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved