Lampu Hias Menggeser Lampu Botol Sumbu, Pedagang Mengaku Rugi

Tumbilotohe adalah tradisi warga Gorontalo dalam melepas ramadhan karena digelar di tiga hari terakhir.

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Wawan Akuba
TribunGOrontalo.com/RismanTaharuddin
Lampu botol sumbu yang dijual di sepanjang trotoar di Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pedagang lampu botol untuk keperluan Tumbilotohe, mengeluhkan omset yang kian turun. Terlebih masuknya lampu hias (tumbler).

Tumbilotohe adalah tradisi warga Gorontalo dalam melepas ramadhan karena digelar di tiga hari terakhir. Pada perayaan ini, masyarakat secara serentak menyalakan lampu di depan rumah masing-masing. 

Dulu lampu yang digunakan adalah lampu botol menggunakan minyak tanah dan sumbu. Namun belakangan, penggunaan lampu botol bergeser ke lampu listrik. 

Karena itu, sebagai penjual lampu botol konvensional, Sri Aprilia mengeluh, karena kini daya beli masyarakat untuk lampu itu menurun. 

Wanita berusia sekitar 19 tahun itu menjadi salah satu penjual lampu botol di sepanjang trotoar di Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Botol-botol itu ada yang dibuat berjejer serta ada pula yang digantung. Biasanya ini sesuai selera masyarakat. 

Harga untuk satu botol bervariasi mulai dari Rp 1.000 per botol hingga harga Rp 5.000 per empat botol. 

Karena itu, masuknya pedagang lampu hias tentu sangat berdampak untuk pedagang lampu botol. 

Kepada Tribungorontalo.com Sri menuturkan, “masuknya lampu hias tentu mengurangi pendapatan kami sebagai penjual lampu botol atau tradisional,” 

Ia pun menuturkan, dulu ketika mayoritas warga Gorontalo masing menggunakan lampu botol, ia mampu meraup omset hingga Rp 18 juta. 

Namun, sekarang untuk orang mampir membeli saja, kurang. Jika lampu-lampu ini tak laku, kata Sri, ia berencana untuk menyimpannya dan akan menjualnya tahun depan. 

Selain lampu botol, Sri juga sebetulnya menjual minyak tanah. Ini merupakan bahan bakar wajib untuk lampu botol. Minyak inilah yang naik menggunakan sumbu dan menjaga api tetap menyala. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved