Sabtu, 7 Maret 2026

NII Sumatera Barat Berencana Lengserkan Jokowi Sebelum 2024 

Jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pernah berencana melengserkan pemerintah sebelum Pemilu 2024. 

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto NII Sumatera Barat Berencana Lengserkan Jokowi Sebelum 2024 
Tribunnews
(Ilustrasi) Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris Palangkaraya. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pernah berencana melengserkan pemerintah sebelum Pemilu 2024. 

Rencana ini diungkapkan Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror Polri. Hal ini ditemukan dari pengembangan atas penangkapan 16 tersangka teroris jaringan NII di wilayah Sumbar pada Jumat 25 Maret 2022).

"Barang bukti yang ditemukan juga menunjukkan sejumlah rencana yang tengah dipersiapkan oleh jaringan NII Sumatra Barat yakni upaya melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum tahun Pemilu 2024," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Senin (18/4/2022). Selain itu, Aswin menduga NII Sumbar pernah berencana mengganti ideologi Pancasila.

Menurutnya, kelompok tersebut hingga saat ini masih menganut pemikiran NII era Kartosuwiryo, yang ingin mengganti ideologi Pancasila dan sistem pemerintahan Indonesia dengan khilafah atau syariat Islam.

Lebih lanjut, Aswin menyebutkan NII Sumbar memiliki potensi ancaman serangan teror dengan menggunakan senjata tajam golok.

"Terdapat juga potensi ancaman berupa serangan teror yang tertuang dalam wujud perintah mempersiapkan senjata tajam (disebutkan golok) dan juga mencari para pandai besi," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Div Humas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, ada sejumlah anak-anak di bawah umur yang tergabung dengan kelompok NII.

Ramadhan menyebutkan ada sekitar 77 anak di bawah 13 tahun yang dibaiat atau sumpah setia kepada kelompok NII.

"Ditemukannya 77 orang anak di bawah umur 13 tahun yang dicuci otak dan dibaiat untuk sumpah kepada NII," kata Ramadhan kepada wartawan, Selasa (12/4/2022).

Selain itu, Ramadhan menerangkan, saat ini ada 126 orang dewasa yang pernah direkrut oleh NII saat masih berusia belasan tahun.

Terkait temuan ini, menurut Ramadhan, polisi tengah melakukan koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk dapat mengembangkan jaringan tersebut.

Menurut Ramadhan, kelompok NII memiliki pola perekrutan dan organisasi yang terstruktur dan sistematis. "Perekturan anggota NII dilakukan tanpa memandang jenis kelamin dan batas usia," imbuhnya.

Polri Ungkap Peran 5 Tersangka Teroris Kelompok NII

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan peran 5 tersangka teroris dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang ditangkap Minggu (3/4/2022) di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengungkapkan, para tersangka itu merupakan petinggi dalam kelompok NII. Adapun kelima tersangka itu berinisial SA, SO, TA, AHA alias Y, dan MH.

"SO keterlibatan sebagai Ketua Tangerang Selatan," kata Aswin kepada wartawan, Jumat (8/4/2022). Baca juga: Densus 88 Tangkap 5 Tersangka Teroris Kelompok NII di Tangerang Selatan Aswin menjelaskan, para tersangka itu pernah menggelar pertemuan di wilayah Green Village, Depok.

Menurutnya, SO ikut hadir dalam pertemuan di Green Village itu. SO juga berhubungan dengan tersangka Zefrizal yang sudah ditangkap. "Pada tahun 2019 datang ke Sumbar bertemu dengan NII Sumbar sebanyak 250 orang di Sawahlunto," ujar Aswin.

Selanjutnya, tersangka MH disebutkan menjabat sebagai sekretaris dan tim IT di NII daerah Tangsel. MH juga hadir dalam pertemuan di Green Village, Depok. "(MH) mengirimkan bahan dari pusat terkait dengan arahan-arahan melalui email," ucap dia.

Ketiga, tersangka inisial AHA alias Y. Ia berperan sebagai sekretaris yang naik tingkat menjadi Ketua NII di wilayah Tangerang Kota.

AHA disebutkan pernah turun ke Sumatera Barat (Sumbar) bersama perwakilan dari Tangerang Kota dan wilayah bagian barat Tangerang yang berjumlah 6 orang untuk membuka daerah rintisan.

Kemudian, Aswin juga menjelaskan, tersangka berinisial SA juga ikut dalam pertemuan NII di Green Village, Depok.

Menurut Aswin, SA berperan menyelenggarakan rihlah atau pergantian struktur kelompok NII. SA pun mengadakan tes psikotes, tes wawancara, serta longmarch 40 km di Sumatera Barat (Sumbar) para anggota NII.

SA juga berperan sebagau pemegang rekening NII berdasarkan keterangan eks bendahara NII inisial AY yang kini sudah ditangkap. "Dimana sampai dengan Oktober 2021 merima uang sebesar Rp 119.539.000 dari rek AY (ditangkap) tersebut," ucapnya.

Terakhir, tersangka TA berperan turun langsung ke Sumbar bersama perwakilan NII dari wilayah Tangerang Kota dan wilayah bagian barat Tangerang untuk membuka daerah rintisan.

"Memberikan arahan dan petunjuk kepada RS (ditangkap) terkait untuk mempersiapkan tukang besi membuat senjata tajam," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap 5 tersangka kasus dugaan tindak pidana terorisme di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan, 5 tersangka teroris itu berasal dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII).

"Penangkapan tersebut terhadap 5 tersangka teroris yang merupakan kelompok jaringan teroris NII," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/3/2022).

Ramadhan mengatakan, 5 tersangka teroris itu ditangkap di wilayah Tangerang Selatan pada Minggu (3/4/2022) sekitar pukul 7 pagi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Densus 88 Ungkap NII Sumbar Berencana Melengserkan Pemerintah Sebelum Pemilu 2024"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved