Yilabulo Makanan Simbol Perdamaian Raja-raja Gorontalo
Ilabulo dalam bahasa Gorontalo memiliki makna “Motombowata” yang berarti rasa yang pas. Sejak zaman dahulu, Ilabulo sudah dikenal sebagai makanan di k
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilabulo-makan-khas-Gorontalo-sudah-ada-sejak-jaman-kerajaan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Jelang buka puasa di bulan Ramadan, banyak kuliner-kuliner khas daerah Gorontalo yang di perjualbelikan.
Salah satu makanan khas Gorontalo yang di idam-idamkan masyarakat Gorontalo diantaranya, Ilabulo.
Makanan ini sudah ada sejak sebelum masehi, dahulu dikenal masyarakat dengan nama yilabulo.
Ilabulo dalam bahasa Gorontalo yakni ilulawu bolu-bolulo, artinya berbagai macam rempah-rempah, sagu dan ayam dicampur jadi satu bungkusan.
Ilabulo dalam bahasa Gorontalo memiliki makna “Motombowata” yang berarti rasa yang pas. Sejak zaman dahulu, Ilabulo sudah dikenal sebagai makanan di kalangan raja-raja di Gorontalo.
Para raja-raja melambangkan ilabulo dengan sebutan Totombowata, karena dalam ilabulo memiliki macam-macam perbedaan yang bersatu padu, antara, lemak daging ayam, dan aneka rempah-rempahnya.
Rasa khas dari ilabulo itu dijadikan sebuah perdamaian bagi para raja. Terutama ketika perang perebutan wilayah dan kekuasaan sedang terjadi.
Ketika raja yang bertikai akan berdamai, maka ilabulo akan selalu disuguhkan menjadi santapan utama. Sehingga makanan ini menjadi ikon kuliner perdamaian.
Ilabulo merupakan salah satu kuliner tradisional Gorontalo, cita rasa yang pedas dipadukan bumbu-bumbu alami.
Tak hanya itu, ilabulo juga dijadikan sebagai menu berbuka puasa, di Gorontalo hingga saat ini.
Makanan tradisional tersebut sangat banyak diminati warga mulai dari penduduk lokal maupun perantau.
Banyak masyarakat luar Gorontalo meminati kuliner ini. Karena memiliki tekstur yang unik serta rasanya yang tak kalah dengan makanan-makanan lainnya.
Sebagai makanan khas daerah Gorontalo, ilabulo menggunakan bahan-bahan sederhana yaitu tepung sagu yang bertujuan untuk membentuk tekstur hingga padat mengikat air dan memperbaiki sifat adonan.
Bahan-bahan yang digunakan adalah rempah-rempah yang terdiri dari dedaunan, seperti daun kemangi (Balakama), daun seledri, dan daun bawang yang dirajang halus. Diberi pula bawang putih serta bawang merah yang diiris tipis.
Bumbu lainnya yang juga ditambahkan pada pembuatan Ilabulo yaitu kemiri, lada, dan garam untuk memberi rasa. Penambahan telur rebus, pada makanan ini akan membuat bahan-bahan Ilabulo jadi satu makanan yang enak dan gurih