Selasa, 14 April 2026

Mengenal Letkol Idjon Djanbi: Membantu Kolonel Kawilarang Dirikan Pasukan Baret Merah

Sejarah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tak dapat dipisahkan dari Kolonel AE Kawilarang dan Letnan Kolonel Infanteri Mochammad Idjon Djanbi.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Mengenal Letkol Idjon Djanbi: Membantu Kolonel Kawilarang Dirikan Pasukan Baret Merah
kompas.com
Letnan Kolonel Infanteri Mochammad Idjon Djanbi 

Dalam pertemuan ini, Idjon diminta melatih pasukan komando di pendidikan Combat Intelligent Course (CIC) II, Bogor, yang kini menjad bagian Pusat Pendidikan Intel di bawah Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.

Di lain waktu, nama Idjon kembali disebut ketika Kolonel AE Kawilarang yang saat itu bertugas sebagai Panglima Tentara dan Teritorium III/Siliwangi, kini Kodam III/Siliwangi, mengutarakan kembali niatnya membentuk pasukan khusus yang dianggap sebagai kebutuhan mendesak. Kawilarang kemudian memanggil ajudannya, Sugianto, untuk kembali menghubungi Idjon.

Selanjutnya, melalui Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada 1 April 1952, Idjon diangkat menjadi Mayor Infanteri TNI AD dengan NRP 17665 dan bertugas melatih kader perwira dan bintara calon pasukan khusus di Batujajar.

Sejak 16 April 1952, terbentuklah pasukan khusus dengan nama Kesatuan Komando Teritorium Tentara III/Siliwangi atau Kesko III di bawah komando Idjon.

Setahun berikutnya, satuan ini ditarik menjadi berada di bawah Markas Besar Angkatan Darat. Pada 14 Januari 1953, Kesko III berganti nama menjadi Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD). Pada 1956 ketika KKAD berubah nama menjadi RPKAD, digelarlah pelatihan terjun payung pertama di Pangkalan Udara Margahayu, Bandung.

Dalam perjalanannya, Markas Besar Angkatan Darat menawarkan jabatan baru ke Idjon yang jauh dari urusan pelatihan komando, yakni koordinator staf pendidikan pada Inspektorat Pendidikan dan Latihan (Kobangdiklat).

Namun, ia memilih mundur dan pensiun pada 1957. Pada 1968, bertepatan dengan HUT ke-16 Puspassus AD, pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Kolonel.

Idjon kemudian tutup usia di Rumah Sakit Panti Rapih pada 1 April 1977. Berkat kontribusinya yang besar terhadap pasukan elite milik TNI AD, namanya pun didaulat sebagai Bapak Kopassus. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Idjon Djanbi, Anak Petani Bunga Tulip di Belanda yang Jadi Pendiri Kopassus"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved