Riset Kompas: Masyarakat Risaukan Kondisi Jalan, Lapangan Pekerjaan hingga Sampah

Infrastruktur menjadi krusial di Indonesia. Misalnya akses dan kondisi jalan atau jembatan menjadi perhatian utama sebagian masyarakat.

Editor: Lodie Tombeg
Kementerian PUPR
Ilustrasi jembatan dilalui mobil. 

Pembangunan infrastruktur jalan juga masih memiliki tantangan lain. Karena berdasarkan daya saing secara global, kualitas jaringan jalan Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara tetangga.

Salah satu penyebabnya adalah sistem jaringan jalan di Indonesia yang dianggap belum efisien oleh World Economic Forum (WEF). "Setiap tahunnya kita ada backlog, maka perlu strategi untuk penanganan," ujar Fathur dikutip dari situs resmi Dirjen Bina Marga, Kamis (24/03/2022).

Menurut dia, setiap tahun memang anggaran Dirjen Bina Marga secara umum sangat besar, tetapi tidak sebanding dengan kebutuhan dan panjang jalan. "Belum lagi harus ditambah dengan pekerjaan diskresi maupun direktif. Maka harus ada strategi dan penentuan skala prioritas," imbuhnya.

Pada 2022, Dirjen Bina Marga memberikan perhatian lebih pada kegiatan-kegiatan prioritas untuk infrastruktur yang sudah terbangun melalui sistem Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, dan Rehabilitasi (OPOR).

Sementara terkait pembangunan baru hanya untuk infrastruktur yang dapat selesai atau beroperasi tahun 2023/2024. Kemudian, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, tugas Dirjen Bina Marga adalah memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. B

Untuk pelayanan dasar, diwujudkan dengan pengimplementasian jalan yang berkeselamatan. Sementara terkait mendukung pengembangan ekonomi, dilakukan pembangunan jalan untuk konektivitas multimoda.

Antara lain pembangunan jalan strategis, pembangunan jalan tol, hingga pembangunan jalan untuk mendukung kawasan prioritas. Kawasan prioritas yang dimaksud seperti Kawasan Industri (KI), Kawasan Ekonomi Khusus KEK), hingga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

"Biasanya kalau pekerjaan kawasan oleh Kementerian PUPR, tidak dikerjakan oleh masing-masing unit teknis. Ini pekerjaan dengan sistem kolaborasi semua unit teknis yang ada di Kementerian PUPR," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Riset Kompas: Mayoritas Masyarakat Risaukan Akses dan Kondisi Jalan atau Jembatan"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved