Kamis, 12 Maret 2026

Menteri Trenggono Izinkan 6 Kapal Melaut di Perairan Gorontalo usai Ditelepon Gubernur Rusli

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menerima keluhan dari sejumlah nelayan. Mereka mengeluhkan izin kapal ikan di atas 30 gros ton  (GT) belum selesai.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Menteri Trenggono Izinkan 6 Kapal Melaut di Perairan Gorontalo usai Ditelepon Gubernur Rusli
kominfotik provinsi Gorontalo
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menelepon Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono di sela rapat koordinasi bersama nelayan pemilik kapal 30 GT di Aula Rudis Gubernur, Jumat (8/4/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menerima keluhan dari sejumlah nelayan. Mereka mengeluhkan izin kapal ikan di atas 30 gros ton  (GT) belum selesai.

Gubernur Rusli langsung menelepon Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menanyakan izin enam kapal penangkap ikan. 

Saat ini situasi sedang musim ikan ditambah lagi bulan Ramadan. Nelayan perlu kapal ini untuk mencari nafkah.

“Pak Gubernur ini enam kapal yang belum keluar izin dari KKP. Karena di atas 30 GT izin harus dari pusat tidak bisa dari provinsi. Hari ini kita butuh solusi dari pak Gubernur dan teman-teman semua,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sila Botutihe saat mendampingi nelayan pemilik kapal 30 GT pada rapat koordinasi bersama Gubernur di Aula Rudis Gubernur, Jumat (8/4/2022).

Tak berlama-lama, Rusli dalam rapat itu langsung mengeluarkan gawai dan melakukan panggilan. Di ujung telepon, Menteri Trenggono langsung menyapa Rusli dan perbincangan pun terjadi.

“Izin pak Menteri ini nelayan saya punya kapal di atas 30 GT belum bisa melaut karena terkendala izin. Izin sementara di urus, tapi kasihan mereka ingin melaut. Kami sedang rapat hari ini, kesepakatan bersama apakah bisa melaut dulu pak Menteri? Hanya di perairan Gorontalo saja. Minta waktunya hanya dari puasa sampai selesai Idulfitri, mereka kasian mata pencahariannya di situ pak Menteri, tolong,” ucap Rusli saat menelepon.

080422-koordinasi
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memimpin rapat koordinasi bersama nelayan pemilik kapal 30 GT di Aula Rudis Gubernur, Jumat (8/4/2022).

Menjawab permintaan Gubernur Rusli, Menteri Trenggono langsung menyampaikan siap membantu dan memberi izin.

“Siap, bisa pak Gubernur. Hanya di perairan Gorontalo dulu, tapi izinya tetap diurus yah,” balasan Menteri disambut ucapan syukur dan kelegaan dari para nelayan dan beberapa pemangku kepentingan yang hadir.

Usai menelpon Rusli pun melanjutkan rapat. Rusli meminta semua pihak segera menyiapkan apa yang harus disiapkan. Dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada Menteri KP, Gubernur mengajak Kepala Dinas Perikanan serta pemilik kapal 30 GT terbang langsung ke Jakarta hari Senin nanti bertemu langsung dengan Menteri Trenggono.

“Ini Menteri langsung yang saya telepon. Tadi saya yang tanggung jawab dan sekarang sudah dengan pak Menteri. Dia juga mengajak kita ke Jakarta bertemu langsung biar semua jelas. Terkait kelonggaran ini saya tegaskan ada syaratnya, kalian harus buat surat pernyataan tertulis dan dipegang oleh Dirpolairud, Danlanal, KKP, Satker, bahwa hanya boleh melaut di perairan Gorontalo. Ketika melanggar itu maka saya tidak tanggung jawab lagi. Kalian diperbolehkan oleh pak Menteri boleh melaut, tapi bukan berarti tidak mengurus izin lagi, ingat kelonggaran ini hanya sampai Idulfitri,” tegasnya.

Sila Botutihe mengapresiasi kesigapan Gubernur Rusli dalam hal mengambil sikap cepat. Padahal keluhan nelayan ini baru saja diterima kemarin oleh Gubernur, saat meninjau pusat Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tenda Gorontalo.

“Menjadi pertimbangan pak Gubernur itu ada dua yaitu lagi musim ikan dan juga bulan Ramadan, kasian kalau mereka tidak bisa mencari nafkah. Dan pak Menteri menunggu kedatangan kita hari Senin nanti, tapi sudah disepakati bahwa bisa beroperasi di perairan Gorontalo dan tidak berada di atas 12 mil karena ada aturannya lagi kalau itu. Ke Jakarta nanti akan kami bawah dokumen kepengurusan izin enam kapal ini, yang dibuktikan dengan registrasi  bahwa betul-betul sedang dalam proses mengurus izin,” tandasnya.

Kesepakatan pengoperasian enam kapal di atas 30GT bisa melaut di perairan Gorontalo ini turut disetujui oleh Direktur Polairud, Danlanal, KSOP, Kepala Pengawasan SDKP, serta PPI Tenda. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved