BPOM Gorontalo Akan Akan Awasi Pedagang Takjil Nakal Selama Ramadhan
BPOM mencari apakah ada bahan berbahaya seperti pengawet jenis borax atau formalin yang terkandung dalam takjil.
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BPOM-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo akan mengawasi produk takjil yang dijual selama bulan Ramadhan 2022.
Agus Yudi Prayudana, Kepala BPOM di Gorontalo mengungkapkan, pihaknya akan menguji kandungan takjil yang dijual di pasaran. Di awal puasa ini saja kata Agus, pihaknya telah turun ke beberapa kabupaten maupun kota di Gorontalo.
“Dan itu berjalan sampai hari kemarin, dari total kurang lebih 100 sampel takjil yang kami uji, alhamdulillah tidak ada satu pun yang mengandung bahan berbahaya," lanjut dia ketika ditemui oleh TribunGorontalo pada Rabu (6/4/2022).
BPOM mendeteksi apakah ada bahan berbahaya seperti pengawet jenis borax atau formalin yang terkandung dalam takjil.
Selain itu, pihaknya juga mendeteksi apakah ada pedagang nakal yang menggunakan Rhodamin B dan methanil Yellow.
Pengawasan juga kata Agus dilakukan di supermarket. Produk makanan yang dijual di toko ritel itu juga dites apakah ada yang kadaluarsa ataupun tidak memiliki izin edar.
Ia mengakui, pada dasarnya pihaknya melakukan pengawasan hari, khususnya bulan suci ramadhan maupun hari natal.
“Pengawasannya kami ini pada dasarnya berlangsung sepanjang tahun, dalam hal ini kami mengawasi sarana distribusi, produksi, baik pangan maupun obat-obatan dan kosmetik, termasuk produk, toko, retail juga kami awasi," ungkap Agus Yudi Prayudana selaku kepala BPOM di Gorontalo.
Intensifikasi pengawasan yang dilakukan oleh Bpom ini, sebagai penguatan pengawasan terhadap produsen. Dalam hal ini mereka lebih memaksimalkan pengawasan produsen agar tidak bisa seenaknya membuat atau memproduksi dagangannya. (*)