Puluhan Jiwa Jadi Korban Angin Puting Beliung di Wonosari Gorontalo

Kejadian itu diketahui merusak sejumlah rumah di 10 desa di kecamatan tersebut. Ada yang atapnya rusak terbawa angin serta rumah yang rata  dengan tan

Penulis: M Husnul Jawahir Puhi | Editor: Wawan Akuba
FB/Mas Joko/Basirun
Rumah kehilangan atap usai diterjang angin puting beliung di Desa Jatimulya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (2/4/2022) pukul 14.00 Wita. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sedikitnya 94 jiwa menjadi korban angin puting beliung di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo pada Sabtu (2/4/2022) kemarin. 

Kejadian itu diketahui merusak sejumlah rumah di 10 desa di kecamatan tersebut. Ada yang atapnya rusak terbawa angin, serta rumah yang rata  dengan tanah. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo merincikan, ada 27 rumah warga yang rusak, 7 lapak rusak, 1 masjid yang rusak. 

"Kami sementara sedang mengkonfirmasi ke Bpbd Boalemo dan Dinas Sosial terkait bencana ini, dan sampai saat ini kami baru dapat data dari mereka tentang jumlah penduduk dan bangunan yang terdampak hujan badai ini," ungkap Frets Pasue, Kepala Seksi Kedaruratan Bpbd Provinsi Gorontalo.

Ia menambahkan, bantuan dari BPBD Provinsi Gorontalo terkait bencana alam membutuhkan koordinasi terlebih dahulu, tidak langsung ditindak lanjuti pada saat kejadian.

"Bantuan dari kami itu membutuhkan koordinasi terlebih dahulu ya, tidak langsung kami tindaklanjuti pada saat kejadian,” ungkap Frets. 

Karena itu, pihaknya akan segera berkoordinasi bersama BPBD Boalemo untuk merelokasi korban ke tempat pengungsian yang layak. 

“Dari situ (relokasi) kita bisa tau, apa saja yang dibutuhkan oleh korban, sehingga secepatnya kita menurunkan bantuan," lanjut Frets.

Sebelumnya, Kepala Desa Jatimulya, Kawit Adi kepada TribunGorontalo.com mengungkapkan, sebelum angin puting beliung, Wonosari diguyur oleh hujan yang sangat deras. Beberapa saat kemudian, angin pun mulai bertiup kencang.

"Sampai akhirnya jam 2 siang, tiba-tiba angin semakin kencang. Kami menjadi takut dan berusaha untuk mencari tempat yang aman," ungkap Kawit.

Kawit mengatakan, durasi angin puting beliung cukup lama terjadi. Hingga mengakibatkan banyak kerusakan.

Dari laporan dan beberapa informasi yang disampaikan oleh warga, kata Kawit, selain rumah yang rata dengan tanah, angin puting beliung juga menghantam lahan pertanian milik warga.

"Banyak pohon di pinggir jalan yang tumbang. Dan juga, tanaman pertanian seperti jagung banyak yang rusak," ujarnya.(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved