Ratusan Warga Gorontalo Ramaikan Tradisi Koko'o
Ratusan masyarakat memadati jalan Jos Sudarso, melangsungkan tradisi Koko'o (ketuk sahur) berkeliling kampung.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Masyarakat Kelurahan Tenda Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo memiliki cara unik membangunkan orang sahur di bulan puasa 1443 Hijriah.
Perdana puasa, Minggu (3/4/2022), ratusan masyarakat memadati jalan Jos Sudarso, melangsungkan tradisi Koko'o (ketuk sahur) berkeliling kampung.
Kegiatan itu dimulai dari lapangan Taruna Remaja hingga bertolak ke kampung Tenda, Hulonthalangi.
Warga tergabung dari remaja, orang dewasa bahkan lansia.
Ada yang menggunakan sepeda motor, becak motor (bentor) hingga mobil.
Mereka mengiringi tradisi tersebut menggunakan alat kentongan, berupa bambu dan marching band.
Pantauan TribunGorontalo.com, sejak pukul 01.30 Wita, ruas jalan menuju Polresta Gorontalo Kota terjadi macet panjang.
Knalpot bising kendaraan saling sahut di sepanjang jalan tersebut.
Fachrudin Salilama mengatakan, tradisi ini sudah lama dilaksanakan setiap memasuki sahur perdana. Masyarakat berbondong-bondong memeriahkan tradisi ini.
"Alhamdulillah, saya sangat merasa senang Bulan Suci Ramadhan kali ini sangat meriah, dibandingkan ramadhan sebelumnya. Dimana kita harus berada dirumah masing-masing, sebab covid-19 saat itu," tuturnya.
Kemeriahan menyambut bulan penuh berkah ini, kata dia, tidak cukup sampai disini saja. Namun pertengahan serta sahur terakhir di bulan ramadhan, mereka pun akan melaksanakannya lebih meriah lagi.
"Ini satu instrumen kerinduan masyarakat Gorontalo, dalam bulan penuh berkah ini. Silaturahmi serta gotong royong sangat nampak di bulan ini, mulai dari mempersiapkan kentongan bambi hingga alat dan transportasi lainnya," jelas pria yang akrab di sapa Didin tersebut.
Didin merupakan Sekretaris KNPI Kota Gorontalo itu mengungkapkan, akan banyak perayaan yang dilangsungkan nanti, mulai dari tradisi Koko'o hingga tradisi tumbilotohe (malam pasang lampu).
"Sebelum wabah Covid, Pabean menjadi pusat keramaian. Sampai saat ini pun, jika malam tumbilotohe, ribuan lampu kita sediakan untuk menghiasi kampung ini. Sehingga kejenuhan masyarakat ditahun kemarin, bisa terbayarkan dengan suasana tradisi-tradisi yang dilangsungkan," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Warga-Kota-Gorontalo.jpg)