Metode Paling Lazim Melihat Hilal untuk Tentukan 1 Ramadhan
Penentuan 1 Ramadhan (KBBI: Ramadan) 1443 Hijriyah pada Jumat (1/4/2022). Para pemuka agama, masyarakat.
Perhitungan ini bisa dilakukan secara manual, bisa juga secara otomatis menggunakan perangkat tertentu.
“Jika digelar dengan menggunakan teleskop, pada saat ini telah ada sistem teleskop semi-otomatik yang didalamnya juga mengandung perangkat kecil untuk komputasi seperti itu. Sehingga petugas tinggal menerima hasil dan mengkalibrasi teleskopnya sesuai prosedur,” jelas Marufin.
Dalam hal fenomena kasatmata-teleskop, petugas tinggal menempelkan mata ke lensa okuler (eyepiece telescope) sementara teleskop bekerja semi-otomatik menjejak posisi Bulan di langit dengan memperhitungkan posisi lokasi (diketahui dg GPS) dan waktu.
Dalam hal fenomena kasat-citra, petugas tinggal mengamati layar komputer dan mencitra atau merekam panorama untuk rentang waktu tertentu.
Adapun tempat yang akan digunakan untuk dapat melihat hilal ini cukup bervariasi, mulai dari lokasi permanen yang disebut balai rukyat, menara masjid, hingga pada terbuka.
“Medan pandangan luas ke arah barat dan tidak terbatasi oleh halangan (obstacles) tertentu di cakrawala baik berupa bukit, gunung, maupun sekadar perpohonan tinggi,” tambahnya.
Bulan suci Ramadhan tahun 2022 akan segera tiba. Di bulan tersebut, umat Islam akan menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengumumkan awal Ramadhan tahun ini.
Melansir laman resminya, melalui metode hisab wujudul hilal, ditetapkan bahwa 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Sabtu (2/4/2022). Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) baru akan melaksanakan pemantauan hilal atau rukyatul hilal pada 1 April mendatang.
Apabila saat pemantauan terlihat hilal, maka awal Ramadhan 1443 H akan jatuh pada Sabtu (2/3/2022), tapi jika tidak terlihat maka awal Ramdhan diputuskan jatuh pada Minggu (3/4/2022).
Adapun pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menentukan awal Ramadhan melalui sidang isbat, yang akan dilangsungkan pada Jumat (1/4/2022).
Sidang isbat ini akan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal (rukyatul).
Apa itu metode hisab dan rukyat? Melansir pemberitaan sebelumnya, kalender Hijriah yang digunakan oleh umat Islam berbasis pada peredaran bulan.
Sehingga, penentuan awal bulan pada kalender Hijriah didasarkan pada penampakan hilal atau bulan sabit muda.
Ada dua metode untuk mengetahui penampakan hilal, yakni hisab dan rukyat. Kedua metode ini saling menguatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/010422-Ramadan-343.jpg)