Jumlah UMKM di Kota Gorontalo Meningkat 50 Persen Sejak 2014, Ini Jumlahnya
Hal itu ia ungkapkan saat membuka peluncuran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan di Gedung Bantayo Yiladia Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/240222-upiyah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Marten Taha, Wali Kota Gorontalo menyebut, jumlah UMKM di wilayah tersebut meningkat pesat sejak 2014.
Hal itu ia ungkapkan saat membuka peluncuran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan di Gedung Bantayo Yiladia Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Rabu (30/3/2022).
Kata wali kota dua periode ini, dalam tujuh tahun terakhir, jumlah UMKM di Gorontalo meningkat hingga 7 ribuan.
Ia pun merincikan, dari yang hanya berjumlah 6.800 pelaku pada 2014, kini pada 2022 mencapai 13.800.
Karena itu katanya, program KUR akan sangat membantu pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, UMKM adalah salah satu sektor membantu pertumbuhan ekonomi.
“Dalam membangkitkan usaha UMKM, perlu kita memberi penguatan permodalan, karena itu paling penting. Karena itu saya sampaikan terima kasih kepada OJK,BI dan jajaran PT. Bank Sulutgo dengan meluncurkan sistem pembiayaan kredit usaha rakyat bohusami ini” kata Marten A. Taha.
Meski begitu, ia berharap ke depan UMKM di Kota Gorontalo jangan terus bertahan menjadi usaha mikro saja, namun harus naik menjadi usaha menengah.
Usaha mikro di Kota Gorontalo saat ini terdapat 10.200, Usaha Kecil 3.300, dan usaha menengah berjumlah 395.
Adapun peluncuran KUR tersebut dihadiri oleh Asisten I Kota Gorontalo, Dedi Kadula dan sejumlah pejabat Pemkot Gorontalo. Selain itu juga dihadiri oleh OJK, BSG, serta para pelaku usaha. (*)