Gorontalo-Jawa Timur Teken MoU Kerja Sama Pembangunan Daerah
Idris Rahim, Wakil Gubernur Gorontalo mengatakan, prioritas perdagangan di Provinsi Gorontalo berupa pertanian, perindustrian, perdagangan, UMKM, peri
Penulis: Husnul Puhi |
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Jawa Timur (Jatim) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama pembangunan daerah. Penandatangan dilakukan siang tadi dalam acara Misi Dagang Jawa Timur di Gorontalo yang dilaksanakan di Maqna Hotel, Kamis (31/3/2022).
Idris Rahim, Wakil Gubernur Gorontalo mengatakan, prioritas perdagangan di Provinsi Gorontalo berupa pertanian, perindustrian, perdagangan, UMKM, perikanan dan peternakan sama dengan prioritas pembangunan Jawa Timur.
“Sehingga kita melakukan penandatanganan kesepahaman untuk saling menunjang dan menguntungkan kedua pelaku usaha. Apalagi di Gorontalo itu lebih banyak berkiblat ke Jawa Timur karena adanya sarana prasarana infrastruktur laut dan udara yang lancar,” katanya.
Menurut Idris, alat dryer di Gorontalo itu sebagian besar berasal dari Jatim. Serta kebutuhan pokok di Provinsi Gorontalo apalagi menghadapi Ramadhan ini sebagian besar juga dari Jawa Timur.
Karena itu, ia berharap, penandatanganan perjanjian kerjasama antar pelaku usaha dapat mempercepat akselerasi pemulihan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak.
Sementara Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur yang hadir dalam kesempatan itu menjelaskan, Provinsi Jatim banyak menyuplai komoditas cetakan, konveksi, klontong, dokumen, elektronik, alat-alat proyek, bahan bakar kendaraan bermotor, tiang pancang dan bor, truk pengangkut barang, kendaraan bermotor ke Gorontalo.
Sedangkan, Gorontalo selama ini menyuplai beberapa komoditas utama seperti Kopra, Jagung, Gula, Coklat, Kembang gula, sapi, minyak mentah, buah yang mengandung minyak lainnya, buah dan kernel kelapa sawit ke Jawa Timur.
Menurut Khofifah gelaran Misi Dagang akan terus dilakukan dengan ekspansi ke provinsi-provinsi lain di Indonesia. Sebab sejauh ini perdagangan antar daerah Jatim selalu mengalami surplus.
Berdasarkan data BPS pada Januari-Desember 2021, ketika net ekspor perdagangan luar negeri defisit Rp 49 triliun, net ekspor perdagangan antar daerah masih menunjukkan surplus Rp 236,11 triliun.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara OPD Pemprov Jatim dengan Gorontalo serta antar instansi non pemerintah, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, dan BKD Provinsi Jatim dengan BKD Provinsi Gorontalo.
Selanjutnya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim dengan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo, dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo.
Kemudian Dinas Perkebunan Provinsi Jatim dengan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo, Dinas Kehutanan Provinsi Jatim dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Provinsi Gorontalo, Dinas PMD Provinsi Jatim dengan Dinas PMD Provinsi Gorontalo, Biro Organisasi Setda Provinsi Jatim dengan Biro Hukum dan Organisasi Provinsi Gorontalo, KADIN Jatim dengan KADIN Gorontalo, HIPMI Jatim dengan HIPMI Gorontalo, serta IWAPI Jatim dengan IWAPI Gorontalo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Misi-Dagang-dan-Ivestasi-Jatim-di-Gorontalo.jpg)