Penembakan AKBP Beni Mutahir
BREAKING NEWS: Polda Gorontalo Ajak Masyarakat Doakan Almarhum AKBP Beni Mutahir
Polda Gorontalo mengungkap misteri penembakan almarhum AKBP Beni Mutahir. Perwira menengah Polda Gorontalo itu ditembak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/230322-Konfrens.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Polda Gorontalo mengungkap misteri penembakan almarhum AKBP Beni Mutahir. Perwira menengah Polda Gorontalo itu ditembak di bagian kepala oleh pelaku berinisia RY (27).
Kejadian penembakan di rumah pelaku di Lorong Mangga, Perumahan Asparaga, Kota Gorontalo pada Senin (21/3/2022) pukul 04.00 Wita.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono sebelum menyampaikan konferensi pers, mengajak kepada seluruh jurnalis dan masyarakat Gorontalo untuk mendoakan almarhum AKBP Beni.
"Terima kasih kepada rekan-rekan pers yang sudah hadir. Sebelum saya menyampaikan kronologi penembakan AKBP Beni Mutahir, terlebih dulu saya mengajak kepada kita semua dan masyarakat Gorontalo untuk mendoakan almarhum," kata Wahyu di Mapolda Gorontalo, Rabu (23/3/2022).
Direktur tahanan dan barang bukti (Dirtahti) Polda Gorontalo AKBP Beni Mutahir tewas ditembak oleh tahanan berinisial RY pada Senin pukul 04.00 Wita.
Beni ditembak menggunakan senjata rakitan di rumah pelaku di Lorong Mangga, Kelurahan Asparaga, Kota Gorontalo.
Berdasarkan informasi yang dirangkum TribunGorontalo.com, peristiwa itu terjadi saat korban hendak yang menjemput pelaku di rumahnya untuk dibawa kembali ke sel tahanan Polda Gorontalo.
Sebelumnya, Direktur Kriminal Umum Polda Gorontalo, Kombes Pol Nur Santiko menjelaskan, saat itu AKBP Beni pergi ke rumah pelaku bermaksud untuk membawa pelaku kembali ke tahanan Polda Gorontalo. Sebab pelaku merupakan tersangka pada kasus narkoba.
Diketahui sempat terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Pelaku kemudian masuk ke rumah untuk mengambil senjata rakitan yang dibuatnya dan langsung menembak AKBP Beni.
Menurut penuturan Nur Santiko, korban terkena peluru dari senjata rakitan di bagian pelipis kiri. Penembakan terjadi satu kali di bagian pelipis kiri tembus ke kanan. (*)