Ingin Gaya Hidup Seimbang, Simak Enam Tips Berikut
Istilah work life balance atau gaya hidup seimbang merupakan gaya hidup yang diidam-idamkan oleh banyak orang.
Penulis: Dinie S Awwali |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Work-life-balance.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Istilah work life balance atau gaya hidup seimbang merupakan gaya hidup yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Dalam istilah ini, anda dapat menyeimbangkan antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan lainnya.
Menurut Preeti Singh dan Parul Khanna (2011), dikutip TribunGorontalo.com, work life balance adalah konsep luas yang melibatkan penetapan prioritas yang tepat antara “ pekerjaan “ (karir dan ambisi) pada satu sisi dan “ kehidupan” (kebahagiaan, waktu luang, keluarga dan pengembangan spiritual) disisi lain.
Ada banyak sekali manfaat yang dapat anda rasakan, jika sudah mencapai work life balance ini, salah satunya dapat menciptakan program family benefit. Maksudnya adalah mengatasi masalah pribadi dan komitmen pada keluarga dan pada saat yang sama tidak mengorbankan tanggung jawab pekerjaan mereka.
Idealnya setiap orang memang harus menyeimbangkan kehidupannya antara kehidupan profesional dan kehidupan di luar pekerjaannya untuk meningkatkan performa dan potensi terbaik dirinya.
Jika tidak, bukan hanya pekerjaan yang menjadi berantakan, tetapi kualitas kehidupan kita juga akan merosot.
Tuntutan pekerjaan dan kompetisi yang semakin meningkat di zaman sekarang ini lah yang menjadi salah satu penyebabnya.
Berikut enam tips untuk mencapai work life balance:
1. Manajemen Waktu yang Baik
Pengaturan waktu yang baik merupakan kunci dari seluruh aktivitas, agar dapat dilakukan dengan baik tanpa mengorbankan aktivitas lainnya.
Setiap orang mempunyai waktu 24 jam dalam sehari, yang dapat diatur sedemikian rupa untuk membuat waktu tersebut menjadi lebih efektif dan produktif.
2. Meminimalkan Kebiasaan Mengeluh
Mulai sekarang sebaiknya anda tidak menganggap aktivitas bekerja sebagai sebuah beban. Lebih baik jika anda banyak bertindak, karena akan lebih bermanfaat dibandingkan anda banyak mengeluh.
Jangan lupa untuk tetap mengerjakan hobi dan sesuatu yang disukai, untuk menghilangkan rasa penat di masa cuti pekerjaan.
3. Buatlah Skala Prioritas
Agar work life balance dapat direalisasikan, sebelumnya anda perlu membuat skala prioritas kegiatan.
Pertama anda bisa mencatat seluruh tugas, lalu prioritaskan pekerjaan yang harus selesai hari ini, besok, dan seterusnya.
Upayakan untuk berkonsentrasi pada satu pekerjaan terlebih dahulu dan tidak terdistraksi oleh hal-hal lainnya. Apalagi aktivitas yang dinilai kurang penting, misalnya notifikasi di media sosial.
4. Mencoba Aktivitas Baru yang Menyenangkan
Penerapan work life balance salah satunya adalah self love, yang sebenarnya dapat dilakukan secara sederhana. Contohnya, mencoba membangkitkan antusiasme dengan belajar hal-hal baru di luar rutinitas yang semakin terasa membosankan.
Selain itu, anda juga dapat menjalin kembali silaturahim dengan teman lama, mengikuti workshop, atau memulai hobi baru yang sudah lama ingin anda coba.
Olahraga juga sangat disarankan, untuk membuat fisik dan psikis anda sehat dan fresh. Karena olahraga juga dapat menstimulasi produksi hormon endorphin yang dapat memunculkan perasaan nyaman dan bahagia.
5. Jangan Membawa Pekerjaan ke Rumah
Biasanya perusahaan yang menerapkan work life balance, tidak akan menuntut karyawannya untuk membawa tugas kantor ke rumah.
Hal ini disebabkan akan kesadaran produktivitas para pekerja yang justru akan berkurang, jika memiliki terlalu banyak gangguan.
Jadi mulai sekarang, cobalah untuk memaksimalkan waktu bekerja selama delapan jam di kantor untuk menyelesaikan semua kewajiban yang berkaitan dengan pekerjaan anda.
Setelah itu, anda bisa pulang ke rumah dengan hati tenang dan menyediakan waktu sepenuhnya bagi keluarga atau pasangan.
6. Menghindar Sementara dari Sosial Media
Disadari atau tidak, hampir semua orang biasanya meraih ponsel disaat sedang memiliki waktu luang.
Sebenarnya ini bukan masalah, karena dapat membantu anda untuk terus terhubung dengan teman atau saudara yang terpisah jauh.
Namun anda perlu waspada, jika waktu yang waktu yang anda habiskan untuk scroll timeline lebih lama dibandingkan produktifitas.
Akibatnya, tugas harian bisa terbengkalai, pada akhirnya anda harus pulang lebih lambat untuk menuntaskan semuanya.
Waktu yang bekualitas bersama keluarga dan pasangan pun menjadi semakin sedikit, demikian pula dengan waktu istirahat. Anda pun akan menjadi kurang tidur. Kemudian menyebabkan keesokan harinya bangun dengan kondisi malas dan tidak mood lagi untuk bekerja.
Demikian hal-hal yang dapat anda lakukan untuk mencapai work life balance untuk mencapai gaya hidup yang bahagia dan seimbang. (Din)