Konflik Rusia Vs Ukraina

Rudal Hipersonik Kinzhal Meluncur ke Ukraina, Begini Kerusakannya

Rusia mulai menggunakan persenjataan mutakhir menginvasi Ukraina. Rusia menembakkan rudal hipersonik Kinzhal terbarunya.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Rudal Hipersonik Kinzhal Meluncur ke Ukraina, Begini Kerusakannya
kompas.com
Infografis rudal Rusia yang ditembakkan ke Ukraina. 

Justin Bronk, peneliti dari lembaga kajian Royal United Services Institute berkata, "Peledak normal bobotnya terdiri dari 30 persen bahan bakar dan 70 persen pengoksidasi, sedangkan peledak termobarik semuanya bahan bakar dan menggunakan oksigen dari udara di sekeliling--sehingga jauh lebih kuat untuk ukuran hulu ledak seperti itu."

Panas dan tekanan yang ditimbulkan senjata termobarik sangat besar, sehingga siapapun yang terkena langsung ledakannya akan menguap seketika.

Adapun orang yang berada di daerah sekitar ledakan akan mengalami luka parah di bagian dalam tubuh akibat gelombang kejut.

"Cara membunuh senjata tersebut utamanya dengan menciptakan ledakan kuat secara ekstrem yang merobek organ tubuh dan memecah paru-paru," kata Bronk.

"Gelombang kejut ini makin menjadi di ruang tertutup. Dengan demikian, (senjata ini) sangat mematikan terhadap orang-orang di dalam ruang bawah tanah atau gua. Senjata ini juga menciptakan suhu luar biasa tinggi yang mencapai ribuan derajat sehingga bisa menimbulkan luka bakar yang mengerikan," tambahnya. 

Adakah bukti senjata ini dipakai di Ukraina? Klaim-klaim bahwa senjata ini telah dipakai dalam pertempuran muncul dari pihak Ukraina, namun BBC belum bisa memverifikasinya secara independen.

Oksana Markarova, Dubes Ukraina untuk AS, mengatakan kepada wartawan seusai bertemu para anggota Kongres AS bahwa Rusia "menggunakan bom vakum hari ini". "Kehancuran yang hendak diciptakan Rusia terhadap Ukraina tergolong besar," tambah Markarova.

Rekaman video yang diambil seorang reporter CNN dekat perbatasan Ukraina memperlihatkan kendaraan peluncur roket tipe TOS-1 sedang dibawa ke dekat Kota Belgorod di Rusia.

Ada pula beberapa video di media sosial yang belum diverifikasi menunjukkan kendaraan seperti TOS-1 ditempatkan di beberapa lokasi dekat perbatasan.

Sejumlah video di Twitter yang belum diverifikasi mengklaim bahwa terjadi ledakan bom vakum. Di mana bom vakum pernah digunakan? Senjata ini telah dipakai pasukan Rusia dan negara-negara Barat sejak 1960-an.

AS utamanya menggunakan senjata tersebut untuk menyerang jaringan gua di Afghanistan--tempat yang diperkirakan dipakai sebagai persembunyian Al-Qaeda.

Rusia telah dikecam lembaga Human Rights Watch pada 2000 ketika terdapat laporan bahwa senjata itu dipakai di Chechnya.

Baru-baru ini, Amnesty International melaporkan bahwa baik pemerintah Rusia maupun pemerintah Suriah menggunakan senjata termobarik untuk melawan pemberontak di Suriah.

Jika senjata termobarik dipakai di perkotaan, seperti di kota-kota Ukraina, maka warga sipil yang menjadi korban bakal sangat banyak. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia Tembakkan Rudal Hipersonik Kinzhal Terbarunya ke Ukraina"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved