Gorontalo Terkini
Marten Taha Ingatkan OPD Segera Ikut Atasi 25 Ribu Pengangguran di Gorontalo
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha membuka kegiatan Forum Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Gorontalo-Marten-Taha-memberi-sambutan-kegiatan-Forum-Gabungan-OPD.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Wali Kota Gorontalo, Marten A. Taha membuka Forum Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Senin (14/03/2022).
Marten mengingatkan pentingnya OPD Kota Gorontalo memperhatikan isu strategis yang akan dihadapi di tahun 2023 mendatang.
Pengangguran menjadi salah satu isu strategis yang diingatkan walikota.
Data lansiran BPS, angka pengangguran di Gorontalo sebelum pandemi, mencapai 25.410 orang.
Penduduk di Provinsi Gorontalo 1,18 juta sedangkan di kota Gorantalo, 199 ribu di tahun 2021.
BPS menyebutkan, Sebanyak 6.310 orang menjadi pengangguran dan 2.853 orang menjadi bukan angkatan kerja (BAK),
Jumlah penduduk usia kerja di Gorontalo sebanyak 893.745 orang.
Sebanyak 118.192 penduduk usia kerja terdampak Covid-19 atau sekitar 13,22 persen.
Dalam rapat OPD, Walikota mengingatkan, tantangan tersebut dapat dijadikan dasar dalam penentuan program dan kegiatan.
Diantaranya, optimalisasi proses pembelajaran untuk mempertahankan kualitas proses dan output pendidikan, pembangunan infrastruktur perkotaan dan penataan lingkungan.
Sebab dapat mendorong pemulihan, ekonomi dan permukiman yang sehat.
Selain itu, pemulihan pandemi covid-19, penanggulangan pengangguran dapat menjamin kebutuhan dasar dan perputaran ekonomi masyarakat, serta optimalisasi layanan kesehatan yang profesional.
Mengacu isu strategis tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Gorontalo tahun 2019-2024 memperhatikan pembangunan Provinsi Gorontalo tahun 2023.
“Pada momen yang sangat baik ini, kembali saya mengajak semua pimpinan dan aparatur di perangkat daerah serta seluruh stakeholder memiliki pikiran terbuka, visi ke depan, terintegratif dan inovatif," ujar Marten.
Lebih lanjut, menurutnya perangkat daerah harus mampu mengintegrasikan pembangunan lintas sektor secara terukur.