Gorontalo Terkini

Bahas Bendungan Bulango Ulu, Gubernur Izin di Paripurna DPRD Bertemu Ketua Staf Wapres

Pembangunan Bulango Ulu sempat tertunda karena terkendala beberapa faktor seperti pandemi Covid-19

Penulis: Wawan Akuba | Editor: Thamzil Thahir
dok_staf_wapres
ULU BOLANGO - Staf khusus wapres bidang infrastruktur Sukriansyah S Latif dan rombongan saat berkunjung ke proyek bendungan Ulu Bolango, Senin (14/3/2022). Usia kunjungan mereka diteria. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO -- Staf Khusus Wakil Presiden RI (Stafsus Wapres) bidang Investasi dan Infrastruktur Sukriansyah S Latief dan otoritas pengelola bendungan meninjau lokasi pembangunan bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango Gorontalo, Senin (14/3/2022).

Usai berkunjung ke utilitas penopang pertanian ini mereka diterima Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Jl Ahmad Yani, Kelurahan Biawao, Kota Timur, Kota Gorontalo.

"Saya harus buru-buru, sebab di rujab saya sudah ditunggu sama staf khusus wapres di rujab. Ini untuk membicarakan bendungan Bolango Ulu," kata Gubernur saat izin pamit dari Paripurna DPRD Gorontalo, pukul 12.30 Wita.

Rusli Habibie didampingi Asisten II Gubernur Sultan Rusdi, Staf Ahli Pembangunan Misranda Nalole serta jajaran pejabat Dinas PU Gorontalo.

Dalam kunjungannya ke lokasi bendungan, Uki S Latief didampingi Kepala Satuan Kerja Bendungan Bulango Ulu Marwansyah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Deddy F Nadjamuddin, PPK Perencanaan Bendungan Febrian Kusmajaya serta Asisten Stafsus Wapres Yulian Hadromi dan staf Sekretariat Wapres Febrian Kusmajaya.

Sebelum diterima Gubernur, pagi harinya, stafsus wapres dan rombongan berkunjung ke lokasi pembangunan bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango Gorontalo.

Kunker untuk mengetahui sejauhmana progres terkini pembangunan bendungan.

Bendungan ini menjadi proyek strategis nasional 

Bendungan ini sangat bermanfaat untuk mengaliri persawahan, meminimalisir potensi banjir serta menyediakan air bersih bagi masyarakat di sekitarnya.

Dalam kontrak kerja tercatat sebagai pengelola pembangunan bendungan yakni BWS Sulawesi II Gorontalo serta pelaksana konstruksi adalah join PT Hutama Karya-Basuki Lestari untuk paket 1 dengan nilai kontrak konstruksi Rp 1.220.234.585.000.

PT Brantas Abipraya-Bumi Karsa-Istaka untuk paket 2 dengan nilai kontrak konstruksi Rp.1.045.891.039.000.

Dalam kontrak juga tercatat tanggal kontrak mulai disepakati pada 26 Juni 2019 dan tahun pelaksanaan 2019-2022.

Pembangunan Bulango Ulu sempat tertunda karena terkendala beberapa faktor seperti pandemi Covid-19 dan masalah pembebasan lahan serta terbatasnya area disposal (area pembuangan meterial galian).

Dalam kesempatan kunker tersebut Stafsus Sukriansyah memberi arahan agar pembangunan bendungan Bulango Ulu segera digenjot agar bisa dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.

“Terkait kendala seperti pembebasan lahan, agar segera dinegosiasiakan dan masyarakat yang terkena dampak pembebasan lahan bisa diberi ganti untung yang memuaskan semua pihak”, tegasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved