Liga Inggris
Peluk Haru Zinchenko-Mykolenko, Pemain-Suporter Everton dan Man City Dukung Ukraina
Momen haru terjadi di lapangan hijau saat Oleksandr Zinchenko dan Vitaliy Mykolenko berbagi pelukan haru sebelum laga Everton.
TRIBUNGORONTALO.COM - Momen haru terjadi di lapangan hijau saat Oleksandr Zinchenko dan Vitaliy Mykolenko berbagi pelukan haru sebelum laga Everton vs Manchester City pada lanjutan Liga Inggris 2021-2022.
Oleksandr dan Vitaliy adalah dua pemain asal Ukraina yang sama-sama memperkuat klub Liga Inggris. Zinchenko membela Manchester City, sedangkan Mykolenko berstatus sebagai pemain Everton. Pada Sabtu (26/2/2022) malam waktu Inggris, keduanya bertemu saat Man City dijadwalkan bertandang ke markas Everton pada pekan ke-27 Liga Inggris.
Sebelum duel Everton vs Man Ciy digelar di Goodison Park dimulai, tepatnya saat sesi pemanasan, Zinchenko dan Mykolenko kedapatan saling berbincang. Keduanya kemudian saling berpelukan dan menguatkan terkait kondisi krisis yang dialami Ukraina akibat invasi Rusia.
Semua yang hadir di markas Everton juga menunjukkan dukungan terhadap Ukraina dengan membentangkan bendera berwarna biru-kuning. Sebelum kick-off, para pemain Everton yang masuk starting line up, masuk ke lapangan dengan membawa bendera Ukraina. Sementara itu, pemain-pemain Man City mengenakan jaket bertuliskan "No War" dengan bendera Ukraina di dada.
"Momen yang luar biasa. Terima kasih untuk semua orang. Zinchenko sangat senang. Itu momen yang sangat emosional," ucap pelatih Manchester City Pep Guardiola. "Ini adalah kekuatan olahraga. Kami ingin menunjukkan dukungan itu. Kami memiliki Vitaliy, dan di pihak Man City ada Zinchenko," kata manajer Everton Frank Lampard. Laga Everton vs Man City berakhir manis bagi tim tamu. The Citizens membawa pulang kemenangan 1-0 dari Goodison Park.
Baca juga: Sanksi Ekonomi hingga Olahraga, Kini Rusia Didepak dari Sistem Keuangan Global
Kemenangan pasukan Pep Guardiola ditentukan oleh gol semata wayang Phil Foden delapan menit jelang waktu normal berakhir (82'). Dengan hasil ini, Manchester City kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan koleksi 66 poin dari 27 laga. Sementara itu, Everton tak beranjak dari posisi ke-16 klasemen. The Toffees mengantongi 22 poin dari 24 pertandingan.
Menyumpahi Presiden Putin
Pelatih Manchester City Pep Guardiola buka suara soal kecaman yang dilancarkan oleh anak asuhnya Oleksandr Zinchenko kepada Presiden Rusia. Respons keras yang diberikan pemain Man City asal Ukraina, Zinchenko, itu merupakan buntut dari operasi militer yang dilakukan Rusia ke negaranya.
Seperti diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan operasi militer ke tanah Ukraina sejak Kamis (24/2/2022). Baca juga: Pep Guardiola: Siapa Bilang Perburuan Gelar Telah Berakhir? Vladimir Putin mengatakan alasannya menyerang Ukraina lantaran pemimpin kelompok separatis di negara itu meminta bantuan kepada Rusia.
“Sehubungan dengan itu, saya membuat keputusan untuk mengadakan operasi militer khusus. Tujuannya adalah untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran pelecehan dan genosida dari rezim Kiev selama delapan tahun,” kata Putin, dilansir dari TASS. “Dan untuk tujuan itu, kami akan berusaha untuk mendemiliterisasi Ukraina dan mengadili mereka yang melakukan kejahatan berdarah terhadap orang-orang damai, termasuk warga negara Rusia,” katanya menambahkan.
Zinchenko pun sangat menyesali keputusan yang dibuat Putin untuk melakukan operasi militer kepada negaranya. Pemain kelahiran Radomyshl itu bahkan sampai mengeluarkan sumpah serapah agar kematian Putin disebabkan oleh hal paling menyakitkan. Hal tersebut dikatakan oleh Zinchenko dalam unggahan Instagram Story di akun pribadinya.
“Saya harap Anda (Putin) mati dengan penderitaan paling menyakitkan, monster,” tulis Zinchenko dengan menampilkan foto Putin di unggahannya. Pep Guardiola pun buka suara soal respons keras yang diberikan oleh Zinchenko atas insiden invasi Rusia ke Ukraina. Pelatih asal Spanyol itu mengatakan bahwa reaksi emosional yang diberikan Zinchenko sepenuhnya dapat dimengerti.
“Apa yang akan Anda lakukan jika seseorang dari negeri luar mencoba untuk menyerang Inggris. Itulah yang dia (Zinchenko) rasakan saat ini,” tutur Pep Guardiola dikutip dari Manchester Evening News.
“Apa yang terjadi di Yugoslavia, tidak ada yang bisa melakukan apa-apa. Di seluruh dunia ada banyak perang, dan itu sangat disayangkan,” ucapnya lagi. “Orang yang tidak bersalah akan mati ketika mereka hanya menginginkan hidup damai. Di seluruh dunia Anda menginginkan rumah, tidur nyenyak, makanan di atas meja, film, dan seseorang untuk dicintai,” kata dia.
Pep Guardiola mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan empat mata dengan Zinchenko terkait situasi di negara Ukraina. “Kami membicarakan semua ini, saya sudah berbicara dengannya tentang semua hal,” ujar dia. “Ini adalah berita utama di seluruh dunia, dan menjadi perhatian. Zinchenko sangat kuat, dia pria yang brilian,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/270222-Haru.jpg)