Konflik Rusia Vs Ukraina

Militer Ukraina Tahan Laju Pasukan Rusia, Begini Analisis Pentagon

Di luar perkiraan Rusia. Militer Ukraina memberikan perlawanan sengit. Mereka mengadang konvoi tank pasukan beruang merah yang bergerak masuk.

Editor: Lodie Tombeg
STATE EMERGENCY SERVICE/REUTERS/kompas.com
Tim penyelamat berada di lokasi kecelakaan pesawat Angkatan Bersenjata Ukraina Antonov, yang menurut Layanan Darurat Negara ditembak jatuh di kawasan Kiev, Ukraina, dalam foto yang dirilis pada Kamis (24/2/2022).  

TRIBUNGORONTALO.COM - Di luar perkiraan Rusia. Militer Ukraina memberikan perlawanan sengit. Mereka mengadang konvoi tank pasukan beruang merah yang bergerak masuk ke arah Kiev. Seorang pejabat senior Pentagon Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (26/2/2022) mengatakan, setidaknya 50 persen kekuatan invasi Rusia sudah masuk Ukraina.

Akan tetapi, kemajuan Rusia lambat karena perlawanan sengit yang tak terduga dari pasukan Ukraina. "Kami memperkirakan bahwa lebih dari 50 persen pasukan Rusia yang ditempatkan oleh Putin melawan Ukraina ... telah berada di dalam Ukraina," kata pejabat itu dikutip dari AFP.

"Kami memiliki indikasi bahwa Rusia semakin frustrasi dengan kurangnya momentum mereka selama 24 jam terakhir, terutama di bagian utara Ukraina," kata pejabat itu yang tidak mau disebutkan namanya.

Pada Sabtu pagi waktu Washington, militer Rusia belum memperoleh keunggulan udara atas negara itu, kata pejabat tersebut. Pasukan Rusia masih berada sekitar 30 kilometer di luar Kiev, lanjut pejabat itu sambil menekankan bahwa situasi di medan perang selalu berubah.

Ukraina terus gigih melawan dan sekutu Barat masih bisa menyuplai senjata serta pasokan lain kepada mereka meskipun ada serangan Rusia.

"Rusia frustrasi oleh ... perlawanan yang sangat gigih dan itu memperlambat mereka." "Berdasarkan apa yang kami amati, perlawanan ini lebih besar dari yang diperkirakan Rusia," ujar pejabat itu. Pejabat tersebut menambahkan, perlawanan tentara Ukraina yang keras membuat pasukan Rusia masih berada di luar ibu kota Kiev.

AS dan sekutu Barat masih dapat mengirimkan senjata ke negara itu untuk mendukung militer Ukraina, sebagaimana dilansir AFP. Kini, Washington berencana untuk mengirim lebih banyak persenjataan dalam beberapa hari mendatang untuk membantu Ukraina melawan tentara Rusia.

Menurut informasi Pentagon, Rusia telah mengerahkan setidaknya 50 persen dari kekuatan yang disiapkan untuk invasi besar-besaran di Ukraina. Pejabat tersebut mengatakan kepada wartawan bahwa kemajuan tentara Rusia diperlambat oleh pasukan Ukraina. 

"Kami memiliki indikasi bahwa Rusia semakin frustrasi dengan kurangnya momentum selama 24 jam terakhir, terutama di bagian utara Ukraina," kata pejabat itu. Di Moskwa, Sabtu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa tentara Rusia telah diperintahkan untuk memperluas serangannya setelah Kiev menolak tawaran pembicaraan di Belarus.

"Hari ini semua unit diberi perintah untuk mengembangkan serangan dari segala arah sesuai dengan rencana operasi," kata juru bicara militer Rusia Igor Konashenkov. Para pejabat Ukraina mengatakan, sedikitnya 198 warga sipil, termasuk tiga anak-anak, telah tewas sejak Rusia menginvasi pada Kamis (24/2/2022).

Pentagon meyakini bahwa invasi Rusia belum berkembang hampir secepat yang diharapkan sejak dimulai sebelum fajar pada Kamis. "Pertahanan udara Ukraina, termasuk pesawat, terus beroperas, terus terlibat, dan menangkis akses pesawat Rusia ke berbagai tempat di negara itu," kata pejabat AS itu.

Baca juga: Curhat Pajabat Ukraina yang Menyentuh Hati Elon Musk

Sebagian besar pasukan Rusia tetap berada sekitar 30 kilometer di luar Kiev, kata pejabat itu, sambil menekankan bahwa situasi medan perang secara aktif berubah. Tentara Ukraina pada Sabtu mengatakan telah menahan serangan di ibu kota. Tetapi, mereka masih memerangi "kelompok sabotase" Rusia yang telah menyusup ke kota.

Perlawanan Ukraina masih terus menyala dan mereka masih bisa mendapatkan persenjataan dan pasokan lain meski ada serangan Rusia. "(Rusia) telah frustrasi oleh perlawanan yang sangat bertekad dan telah memperlambat mereka," tutur pejabat AS tersebut.

"Berdasarkan apa yang kami amati, perlawanan ini lebih besar dari yang diharapkan Rusia," sambung pejabat itu. Rusia cukup berhasil dalam serangannya ddi selatan, yakni dari Crimea dan Laut Hitam. "Tapi di utara, di situlah perlawanan paling keras. Masih ada pertempuran sengit di dalam dan sekitar Kharkiv serta di utara Kiev," kata pejabat itu.

Polandia Khawatir 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved