Konflik

Cerita WNI di Ukraina: Terdengar Ledakan Berkali-kali di Kiev

Warga Indonesia di Kiev, Ukraina menyampaikan kesaksikannya terhadap serangan udara Rusia di Ukraina. Ibu kota negara itu dibombardir.

Editor: Lodie Tombeg
tribunnews.com
Masyarakat Ukraina menghindari dari serangan tentara Rusia di Kiev, Kamis (24/2/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Warga Indonesia di Kiev, Ukraina menyampaikan kesaksikannya terhadap serangan udara Rusia di Ukraina. Ibu kota negara itu dibombardir, masyarakat ketakutan dan lari menyelamatkan diri.

Pepi Aprianti Utami, ekspatriat asal Indonesia yang sudah 9 tahun tinggal di Ukraina, agaknya tak merasa kaget waktu hubungan Ukraina dan Rusia mulai memanas. Isu serangan berseliweran, digembar-gembor, dan menghiasi banyak headline media di seluruh dunia.

Tapi Pepi toh tenang-tenang saja. Setidaknya itu tergambar dari wawancara jarak jauh dengan Kompas.com pada Pepi, Rabu (16/2/2022). Saat itu, kondisi di Kiev, ibu kota Ukraina tempat Pepi dan suaminya tinggal, masih kondusif.

"Ini bukan pertama kalinya saya mendengar kabar rencana serangan. Konfrontasi dengan Rusia sudah sejak lama, mungkin sejak 2014, sewaktu Crimea dicaplok. Untuk perang, itu bisa terjadi saja besok. Sewaktu-waktu saja," ujar Pepi. "Perang tergantung pihak Rusia. Kalau Ukraina, militernya sudah siaga, tapi di posisi defend," tambahnya.

Menurut Pepi, sudah ada langkah-langkah khusus dari KBRI Ukraina kalau serangan benar-benar terjadi. "KBRI Ukraina sudah mempersiapkan langkah antisipasi jika perang diumumkan. Imbauannya sama seperti Pemerintah Ukraina, yakni tetap tenang, tidak panik, dan menghindari keramaian," ujarnya.

Baca juga: Ledakan Dahsyat di Jantung Kiev, Militer Ukraina Tembak Jatuh 5 Pesawat Rusia

"Ada pula anjuran mengisi form online, kalau keadaan tidak kondusif, bersediakah dipulangkan, ikut dengan staf KBRI," tambahnya. Saat itu, Pepi juga sudah menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting, paspor, pakaian, obat-obatan. Berjaga bila ada situasi yang tak diinginkan.

"Pemerintah Ukraina juga mendesain tempat publik, salah satunya sebagai tempat penampungan. Juga mempersiapkan panduan area-area mana saja yang bisa menjadi lokasi aman ketika terjadi situasi yang tak diinginkan," ujarnya.

Dan, Kamis (24/2/2022), hal yang tak diinginkan itu akhirnya terjadi juga. Presiden Rusia Vladimir Putin, resmi umumkan serangan pada Ukraina. Sirene serangan udara meraung di pusat kota Kiev.

Pepi, yang dikontak Kompas.com sekitar pukul 13.40 WIB, mengabarkan kondisi terkininya. "Kondisi di Kiev sekarang mencekam, terdengar bom berkali-ali dari tempat saya tinggal," ujar Pepi. "Sekarang saya sedang bersiap-siap. Dari KBRI belum ada instruksi baru, masih sama. Saya juga masih stay di rumah," tambahnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kesaksian WNI di Ukraina Dengar Bom Meledak Berkali-kali Usai Putin Umumkan Operasi Militer"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved