Senin, 9 Maret 2026

Teroris Indonesia Ubah Strategi, Menyusupi ke Organisasi Agama hingga Lembaga

Menyup ke lembaga dan organisasi melalui doktrinasi paham radikal. Begitulah tren perubahan strategi teroris di Tanah Air.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Teroris Indonesia Ubah Strategi, Menyusupi ke Organisasi Agama hingga Lembaga
Kompastv
Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris 

"Jadi bukan partainya, tapi kepada individu yang ada di partai itu. Bukan lembaganya, BNPT sekali lagi tidak bermaksud menuding lembaga, partai, organisasi keumatan sebagai organisasi teroris," kata Irfan.

Atas hal itu kata dia, yang seharusnya dijadikan fokus untuk diwaspadai yakni individu yang terlibat dan terpapar faham radikal, bukan dari lembaga atau organisasinya. Sebab kata dia, tidak ada partai politik yang dibentuk untuk membesarkan teroris.

Baca juga: Terduga Teroris Mulai Pedagang hingga Atlet Silat di Semarang-Palangkaraya-Banjarmasin

"Agar jangan masyarakat meyakini bahwa kalau partai ini ada terorisnya. Tidak ada partai yang dibentuk untuk membesarkan teroris," kata Irfan.

Kendati begitu, masyarakat khususnya pemilik partai harus tetap waspada karena kelompok teroris akan datang membawa visi melalui individu tertentu yang pada akhirnya orang itu merusak lembaga.

Bahkan lebih jauhnya, individu yang dimaksud juga akan merusak agama dan bangsa. Baca juga: KemenPPPA: Rekrutmen Pelaku Terorisme Menyasar Anak-Anak

"Di negara yang mayoritas agama juga mereka menunggangi itu, jadi murni mereka menunggangi," kata Irfan.

"Jadi bukan partai itu, bukan organisasi itu yang punya visi dan misi untuk memperkuat kelompok-kelompok mereka," ujar dia. Sebelumnya dalam beberapa bulan terakhir Densus 88 telah menangkap sejumlah terduga teroris.

Sebagian dari mereka merupakan anggota partai seperti Partai Dakwah dan Partai Ummat. Selain itu, mereka juga tercatat sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Yang teranyar, tim Densus 88 Anti-teror Polri menangkap terduga teroris RH yang merupakan anggota Partai Ummat Bengkulu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan selain RH, Densus juga turut mengamankan dua terduga teroris lainnya yakni CA dan M.

Dengan begitu, total ada tiga tersangka yang ditangkap oleh polisi di Bengkulu. Ramadhan menyatakan, dalam perannya, CA dibantu oleh kedua rekannya yakni M dan R untuk melakukan perekrutan anggota baru.

Ketiganya juga kata Ramadhan telah mengucap janji setia atau berbaiat kepada kelompok Jamaah Islamiyah (JI) sejak puluhan tahun lalu. "Mereka sudah berbaiat kepada JI sejak 1999," kata Ramadhan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Teroris Mulai Ubah Strategi, Menyusupi Suatu Lembaga & tidak Langsung Melakukan Kegiatan Teror

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved