Selasa, 17 Maret 2026

Jokowi Minta Negara-negara Hentikan Ketegangan dan Fokus Atasi Pandemi

Krisis Ukraina sempat disinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengharapkan negara-negara di dunia untuk menghindari ketegangan dan bekerja sama.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Jokowi Minta Negara-negara Hentikan Ketegangan dan Fokus Atasi Pandemi
AFP/Erin SCHAFF/POOL
PERTEMUAN - Pemimpin negara-negara G20 yang tengah bertemu di Roma, Italia. Tampak Presiden Jokowi berada di barisan terdepan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Krisis Ukraina sempat disinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengharapkan negara-negara di dunia untuk menghindari ketegangan dan bekerja sama dalam pemulihan pandemi yang masih berlangsung.

"Winter is coming," ujar Presiden Jokowi saat menyambut para menteri keuangan dan kepala bank sentral negara-negara anggota G20 di Jakarta, Kamis (17/2/2022).

"Pandemi masih jauh dari selesai, dan perekonomian global sedang sulit. Dalam situasi ini, tidak satu negara pun yang bisa pulih sendirian. Semua negara saling berhubungan, tidak ada yang terisolasi," tambahnya. Pertemuan pejabat bidang keuangan G20 digelar ketika perekonomian banyak negara mengalami masa kritis antara menaikkan bunga pinjaman demi mendinginkan inflasi dan membantu mendukung pemulihan dari pandemi.

"Kekhawatiran atas potensi konflik di Ukraina merupakan sumber ketidakpastian tambahan yang tidak diinginkan," kata Presiden Jokowi seraya memperingatkan antagonisme yang terjadi saat ini.

"Sekarang bukan saatnya untuk menciptakan ketegangan baru yang dapat memengaruhi pemulihan global, apalagi membahayakan perdamaian dunia seperti yang kita lihat di Ukraina," katanya. Ia meminta semua pihak untuk segera mengakhiri persaingan dan friksi. Pertemuan ini digelar secara secara tatap muka dan daring, karena hambatan perjalanan dan karantina di tengah wabah varian Omicron di banyak negara.

Baca juga: Dukung KTT Y20, Milenial Negara G20 Berterima Kasih kepada Anies-Ridwan 

Tuan rumah Indonesia termasuk negara di Asia Tenggara yang telah mengalami gelombang infeksi parah, meskipun vaksinasi telah membantu meredakan wabah terburuk. Negara terpadat keempat dengan 274 juta penduduk ini melaporkan hampir 5 juta kasus dan 145.622 kematian.

Dalam sebulan terakhir, 690.518 kasus baru telah dilaporkan. Indonesia merupakan wilayah ekonomi terbesar ke-10 di dunia dan terletak di kawasan dengan pertumbuhan tercepat — setidaknya sebelum pandemi mengganggu bisnis dan perjalanan serta menewaskan hampir 6 juta orang. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyatakan, lonjakan harga pangan dan energi adalah salah satu tantangan yang dihadapi dalam pemulihan ekonomi global.

"Risiko inflasi tetap condong ke atas, didorong oleh gangguan rantai pasokan, ketidaksesuaian pasar tenaga kerja, tekanan upah, dan harga energi yang lebih tinggi," katanya, seraya menambahkan bahwa masalah seperti itu lebih persisten dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat menjadi 4,4 persen pada 2022 dari 5,9 persen pada 2021, menyusul kontraksi 3,3 persen pada 2020. Sri Mulyani menekankan perlunya koordinasi antarnegara dalam berbagai tahap pemulihan.

Naikkan suku bunga untuk dinginkan inflasi Sementara itu, Federal Reserve AS menarik kembali dukungan besar-besaran untuk pasar dan bisnis, bersiap menaikkan suku bunga bulan depan untuk mendinginkan inflasi yang melonjak menjadi 7,5 persen pada Januari — tingkat tertinggi dalam 40 tahun. Harga konsumen naik ke rekor 5,1 persen di 19 negara yang menggunakan mata uang Euro bulan lalu dan ke level tertinggi dalam 30 tahun di Inggris. Bank sentral RI, Bank Indonesia, juga telah bergerak untuk menekan inflasi.

Tapi sejumlah sektor ekonomi belum bangkit kembali dari malapetaka yang disebabkan oleh pandemi. "Kebijakan makroekonomi dalam negeri juga dapat berdampak buruk bagi perekonomian negara lain. Dalam hal ini, koordinasi global, termasuk diskusi tentang strategi keluar akan sangat penting," jelasnya Sri Mulyani.

Dia menambahkan bahwa kepastian akses yang adil terhadap vaksin untuk semua negara merupakan prioritas mendesak untuk membatasi penularan varian virus baru dan mengakhiri pandemi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bertemu di Jakarta, Menteri Keuangan Negara G20 Cari Solusi Pemulihan Ekonomi"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved