Warga Binaan Lapas Perempuan Gorontalo Panen 7,3 Ton Jagung
Delapan warga binaan Lapas Perempuan Kelas III A Kemenkumham Gorontalo mengelola lahan tidur di kawasan Lapas tersebut.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Delapan warga binaan Lapas Perempuan Kelas III A Kemenkumham Gorontalo mengelola lahan tidur di kawasan Lapas tersebut untuk pertanian jagung. Hasilnya, dari lahan seluas 9 hektare itu, para napi memanen sedikitnya 7,3 ton jagung.
Karena itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III A Gorontalo, Nur Afiril Utami mengungkapkan rasa bangganya terhadap kerja keras para warga binaanya tersebut. Menurut Nur, capaian itu sangat luar biasa, terlebih dilakukan oleh hanya delapan perempuan.
“Saya selaku kepala lapas memberikan apresiasi kepada para warga binaan ini yang cuma delapan orang, di mana laki-laki itu mengeluh-mengeluh tentang pekerjaan, tapi mereka ini luar biasa,” ungkap Nur kepada TribunGorontalo.com, Kamis (17/2/2022).
Kata Nur, ia menyaksikan bagaimana kerja keras delapan warga binaannya itu dalam melakukan proses penanaman, tahapan pemupukkan, serta proses perawatan. “Walaupun berat dilalui, namun karena tekad dan rasa ingin menikmati hasil, ya inilah namanya proses tidak menghianati hasil,” ungkap Nur.
Ia pun berharap, Panen Raya Jagung yang digelar tadi tersebut, mampu mencapai tiga item yang direncanakan oleh pihaknya. Tiga item itu adalah kontribusi terhadap negara melalui skema penerimaan negara bukan pajak (PNBP), lalu hasil yang dipanen mampu dibuat bibit untuk ditanam kembali, dan ketiga adalah premi untuk para napi itu sendiri.
Baca juga: Lapas Gorontalo Rehabilitasi 50 Pengguna Narkoba
Terkait premi atau hadiah untuk para napi, Nur menjelaskan, skemanya menggunakan sistem tabungan. Jadi setiap hasil dari panen yang dilakukan oleh napi itu, akan disimpan hasilnya oleh petugas lapas di atm milik napi itu. Nantinya, napi itu akan bisa mengambil premi itu ketika nanti sudah bebas.
Jadi kata Nur, napi itu seakan-akan seperti menabung. Akumulasi dari hasil panen yang ia kerjakan selama masa tahanan, akan ia nikmati nanti setelah bebas nanti. “Jadi enak, bebas nanti bawa uang. Terserah nanti uang itu kan bisa juga digunakan untuk hal lain, atau justru untuk modal pertanian,” ucap Nur dengan bangga.
Untuk mewujudkan hal itu, saat ini pihaknya akan bekerja sama dengan bank negara, untuk mengelola uang para napi tersebut.
Salah satu napi perempuan, Yunita Parma kepada Tribun Gorontalo mengungkapkan, bahwa dirinya juga merasa bangga, karena kerja kerasnya selama ini bisa dipanen raya, terlebih dihadiri oleh sejumlah pejabat. Lelahnya pun terbayarkan menurut dia.
“Lelahnya terbayarkan, Pak. Kami kerja ini dengan sepenuh hati, alhamdulillah ada hasilnya,” ungkap Yunita, singkat.
Adapun Panen Raya Jagung di Lapas Perempuan Kelas III A Gorontalo pada, Kamis (7/2/2022) itu adalah kegiatan pengembangan jagung wilayah khusus lapas dan rutan tahun 2021, dan merupakan program kerja sama lapas dengan Kementan, Bappenas, Ditjenpas, dan Yayasan Waibi.
Panen raya ini juga merupakan program ketahanan nasional yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo. Sejumlah pejabat yang hadir dalam panen itu di antaranya Kanwil Kemenkumhan Gorontalo, Hantor Situmorang; lalu Kepala Imigrasi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, dan sejumlah pejabat lainnya. (wan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/170222-Panen-Jagung.jpg)