Begini Penjelasan Microsoft soal Metaverse

Metaverse ramai dibicarakan netizen lebih khusus industri teknologi. Istilah ini dipopulerkan oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg pada 2021.

Editor: Lodie Tombeg
Tribunnews
CEO Meta, Mark Zuckerberg 

Ketika itu, Gates sempat meramalkan bahwa pertemuan daring bakal diadakan di metaverse dalam dua-tiga tahun ke depan.

Gates mengatakan bahwa kacamata VR dan sarung tangan berteknologi haptic akan menjadi dua perangkat penting untuk menghadirkan pengalaman rapat virtual secara lebih nyata di metaverse.

Sebab, teknologi VR ini mampu menciptakan dunia simulasi 3D, mirip seperti dunia nyata atau dunia imajinasi sekalipun.

Simulasi 3D akan membuat kesan seolah-olah apa yang dilihat dengan VR adalah nyata.

Sementara sarung tangan dengan teknologi haptic memungkinkan penggunanya seakan benar-benar menyentuh obyek virtual, sebab teknolgi ini mengaplikasikan sensasi sentuhan ke dalam interaksi manusia dengan komputer.

"Jadi kedua perangkat itu dapat menangkap ekspresi, bahasa tubuh, dan kualitas suara Anda secara akurat," tulis Gates. Sejauh ini, kacamata VR memang sudah dimanfaatkan untuk keperluan bermain game atau video.

Meski begitu, menurut Gates, kebanyakan orang masih belum memiliki kacamata VR sekaligus sarung tangan haptic untuk mendapatkan pengalaman yang lebih nyata di metaverse.

Hal itulah yang disebut Gates bakal memperlambat adopsi virtual meeting di metaverse. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bos Microsoft Sebut Metaverse Sama Saja dengan Game"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved