BPDAS-HL Gorontalo Rekomendasi Tanaman Vetiver untuk Cegah Banjir
Beberapa wilayah di Provinsi Gorontalo langganan banjir. Misalnya di akhir tahun 2021, daerah Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/300122-vetiver-2.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Beberapa wilayah di Provinsi Gorontalo langganan banjir. Misalnya di akhir tahun 2021, daerah Gorontalo dilanda banjir dan longsor itu akibat curah hujan yang tinggi.
Debit air sungai melebihi daya tampung, tanah yang kurang padat, serta kurangnya vegetasi di tanah yang berfungsi untuk menahan air.
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Bone Bolango Provinsi Gorontalo telah melakukan upaya dalam hal pencegahan serta rehabilitasi hutan salah satunya dengan cara membudidayakan tanaman vetiver.
Tanaman vetiver memiliki nama ilmiah Vetiveria zizanioides L atau Andropogon murica ini memiliki bentuk berupa rumput dengan akar yang rimbun.
Tanaman ini telah dikembangkan oleh lebih dari 100 negara, sebagai penghasil minyak atsiri, untuk konservasi tanah dan air maupun untuk fitoremediasi.
Wajir Tontoiyo, Manager Persemaian Permanen BPDAS Gorontalo menuturkan, di Gorontalo rawan terjadinya bencana alam terlebih jika sudah masuk musim penghujan. Di Persemaian Permanen Gorontalo telah memproduksi tanaman vetiver. Tujuannya agar masyarakat Gorontalo khususnya yang tinggal di daerah bantaran sungai atau daerah perbukitan sangat cocok untuk menanam tanaman vetiver itu.
“Uniknya tanaman ini adalah mudah untuk ditanam dan tahan akan segala cuaca serta akar rimbunnya tersebutlah yang menjadi alasan mengapa tanaman ini menjadi salah satu tanaman andalan dalam mencegah erosi ataupun tanah longsor dan sangat cocok untuk di tanam di area sekitar bantaran sungai serta lereng bukit,” ungkap Wajir. (agung panto)