Rabu, 25 Maret 2026

Ibu Kota Baru

Ahok Berpeluang Pimpin Otorita Ibu Kota Baru, Begini Tanggapan Politikus PKS

Siapa figur yang akan ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk memimpin Ibu Kota Negara, Nusantara, ramai diperbincangkan.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Ahok Berpeluang Pimpin Otorita Ibu Kota Baru, Begini Tanggapan Politikus PKS
Tribun Timur
Basuki Tjahja Purnama (Ahok) 

TRIBUNGORONTALO.COM - Siapa figur yang akan ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk memimpin Ibu Kota Negara, Nusantara, ramai diperbincangkan. Satu di antaranya Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Anggota Pansus RUU IKN Fraksi PKS Suryadi Jaya Purnama berharap kepala otorita IKN Baru tak miliki beban masa lalu.

Baik itu beban politik, beban hukum maupun beban moral. Hal tersebut disampaikan oleh Suryadi kepada Kompas TV, Sabtu (29/1/2022).

"Sehingga kriteria yang kami sampaikan adalah kepala otorita itu tidak boleh punya beban masa lalu." "Yaitu beban politik yang begitu kental atau beban hukum, beban moral," jelas Suryadi.

Menurut Suryadi, ini dilakukan agar apa yang menjadi tujuan presiden dapat segera tercapai. "Supaya apa yang diinginkan oleh Presiden bisa tercapai," lanjut Suryadi.

Apalagi menurut penilaiannya, saat ini rencana pembangunan IKN sudah banyak menimbulkan polemik. "Yang kami sampaikan dari IKN ibukota ini kita akan lahir dari sebuah masalah."

"Maksud saya kelahirannya menimbulkan polemik, namanya juga menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat." "Jangan sampai kepala otorita yang ditunjuk pertama kali oleh Presiden juga menimbulkan polemik."

Baca juga: Bandingkan Anies dan Ahok Kelola Jakarta: Begini Kata Sekjen PDIP

"Kita sudah capai berpolemik, oleh karena itu kita menginginkan agar presiden betul-betul bijaksana." "Jangan hanya bijak sini itu bijak untuk diri sendiri tapi juga butuh publik rakyat Indonesia."

"Sehingga kriteria yang harus disampaikan betul-betul tidak punya bapak personal, beban moral beban politik gitu ya." "Karena kita ingin agar ibu kota yang kontroversi menjadi ibu kota bersama," lanjut Suryadi.

Soal kabar pihaknya lebih memilih mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan daripada Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jadi kepala otorita IKN Baru, Suryadi mengelaknya. 

"Klarifikasi dulu ya, jadi kita tidak menyebut orang dari klarifikasi kami tidak pernah mendukung Pak Anies," kata Suryadi.

Kabar Ahok

Ramai dibicarakan publik, nama Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok digadang-gadang akan menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru.

Diketahui, nama Ahok muncul kembali setelah sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengumumkan nama Ibu Kota Baru secara resmi.

Hal tersebut disampaikan Suharso dalam rapat Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/1/2022).

"Ini saya baru mendapatkan konfirmasi dan perintah langsung dari Bapak Presiden yaitu pada hari Jumat. Jadi sekarang hari Senin, hari Jumat lalu, dan beliau mengatakan ibu kota negara ini namanya Nusantara," kata Suharso dikutip dari tayangan Kompas Tv, Selasa (18/1/2022)

Kendati demikian, hingga saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memberikan keputusan siapa bakal calon yang akan memimpin tempat itu.

Mengutip Kompas.com, jauh sebelum memutuskan nama Nusantara, Jokowi telah menyebutkan empat calon nama kepala pemerintahan setingkat provinsi itu. Empat nama calon kepala Badan Otorita Ibu Kota itu yakni mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Kemudian mantan Bupati Banyuwangi yang baru saja dilantik sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Abdullah Azwar Anas.

Juga Bambang Brodjonegoro yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi. Termasuk satu orang lagi yakni mantan Direktur Utama Wijaya Karya (WIKA), Tumiyana.

"Kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tuniyana, empat Pak Azwar Anas," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020). (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PKS Berharap Kepala Otorita Ibu Kota Negera Baru Tak Miliki Beban Masa Lalu

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved