Selasa, 10 Maret 2026

Bupati Maluku Tengah Seriusi Penyelesaian Tapal Batas Pelauw dan Kariuw

Penyelesaian masalah tapal batas tanah Desa Pelauw dan Kariu diseriusi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Bupati Maluku Tengah Seriusi Penyelesaian Tapal Batas Pelauw dan Kariuw
Humas Polda Maluku
PERTEMUAN - Bupati Maluku Tengah, Wakil Gubernur Maluku bersama unsur Forkopimda Provinsi Maluku saat pertemuan beberapa warga Ori di Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, Kamis (27/1/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Ambon - Penyelesaian masalah tapal batas tanah Desa Pelauw dan Kariu diseriusi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Pemerintah meminta kedua desa menyelesaikannya secara adat.

Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif meminta warga Pelauw dan Kariuw

Setelah itu, pemerintah menindaklanjuti secara hukum positif dalam mengambil langkah perwujudan dengan mengeluarkan produk hukum.

"Terkait tapal batas kita laksanakan dengan hukum adat, dengan segala penghormatan yang merupakan norma tertinggi walaupun tidak ada Undang undang yang tertulis terkait norma ini, " kata Kapolda saat berkunjung bersama Forkopimda Maluku di Pelauw, Maluku Tengah, Kamis (27/1/2022).

Untuk itu dimintakan agar warga Pelauw, Ory dan Kariu untuk mengedepankan penyelesaian tanpa kekerasan.

Baca juga: Terjunkan Ratusan TNI-Polri, Dandim-Kapolres Ambon Amankan Situasi Pulau Haruku

Diingatkan, kesepakatan bersama bahwa pertikaian tersebut menjadi insiden terakhir.

"Kesepakatan kita semua bahwa ini merupakan insiden terakhir, kita hidup di negara yang berdasarkan asas Pancasila. Kita sepakat dengan tidak memperpanjang masalah ini, dengan memberikan pengamanan dan penebalan di Desa Pelauw dan Kariuw, yang mana telah di tempati pos oleh TNI-Polri," katanya.

Kepolisian akan membentuk tim terpadu serta rekonsiliasi pengembalian warga Kariuw akan dilakukan secara bertahap, mengingat dampak psikologi yang berdampak.

Senada dengan itu, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal memastikan penyelesaian tapal batas akan menjadi fokus.

"Terkait tapal batas menjadi catatan kita bersama, baik Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten," cetus Abua.

Diberitakan, selain korban harta benda, pertikaian warga, Rabu (26/1/2022) itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. Satu di antara korban luka adalah anggota kepolisian. (Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapolda Maluku Minta Warga Pelauw dan Kariuw Selesaikan Masalah Tapal Batas Secara Adat

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved