Bentrok di Haruku
Terjunkan Ratusan TNI-Polri, Dandim-Kapolres Ambon Amankan Situasi Pulau Haruku
TNI/Polri mengamankan situasi di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Rabu (26/1/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/260122-Amankan-Haruku.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Ambon - TNI/Polri mengamankan situasi di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Rabu (26/1/2022).
Ratusan personel gabungan itu diterjunkan guna mencegah adanya bentrok susulan antarawarga Desa Kariuw dan Ori. Aparat gabungan tersebut dikerahkan ke dua desa yang terlibat pertikaian tersebut dengan menggunakan kapal cepat dari pelabuhan Tulehu.
"Tadi pagi apel kesiapan dan pergeseran pasukan gabungan ke Pulau Haruku sudah dilakukan," kata Kasubag Humas Polresta Ambon, Iptu Izaac Leatemia.
Pihaknya lanjut Izaac, mengerakkan dua satuan setingkat peleton (2 SST) dari Brimob Polda Maluku dan anggota BKO Pam Rahwan TNI Arhanud. "Saat ini aparat gabungan sudah ada disana, nanti saya infokan lagi perkembangan disana," ujaranya. “Pak Dandim dan Pak Kapolres juga telah berada di sana," imbuhnya.
Dijelaskan, bentrok terjadi antar warga Desa Ori dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah sejak Selasa (25/1/2022), karena kesalahpahaman.
Dia berharap, warga tidak terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan.
"Jangan terpengaruh dengan isu-isu yang menyesatkan yang nantinya membuat situasi keamanan semakin tidak kondusif," ucap dia.
Razia angkot
Puluhan warga merazia angkutan kota (angkot) di kawasan Negeri (Desa) Halong, Kota Ambon, Rabu pagi.
Diduga aksi massa itu menyikapi pertikaian warga dua negeri di Pulau Haruku, Maluku Tengah, Rabu dini hari.
"Dimana mereka warga Negeri Kariuw yang tinggal di lateri Ambon tidak menerima baik aksi pembakaran rumah di Kampung mereka yang diduga dilakukan oleh warga dusun Ori," kata Kasubag Humas Polresta Ambon Iptu Izac Leatemia
Dijelaskan, warga sempat menghadang sejumlah angkot yang melaju dari arah pusat kota menuju kawasan Maluku Tengah.
Razia itu hendak mencari warga yang terlibat pertikaian dengan warga Kariuw. "Mereka memberhentikan angkot Tulehu dan langsung memeriksa KTP sopir dan tujuh penumpang didalamnya," terangnya.
Aksi razia itu tidak berlangsung lama, aparat Polsek Baguala dan Brimob Polda Maluku langsung mengamankan titik kosentrasi.
Warga pun dibubarkan aparat. "Hingga saat ini situasi sudah aman dan kondusif lagi dan aparat masih terus berjaga disana," tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunAmbon.com dengan judul Cegah Bentrok Susulan, Aparat TNI-Polri Diterjunkan ke Pulau Haruku