Perbaikan Jalan Andalas-Gorontalo, 400 Pohon Kota Bakal Lenyap

Pohon di Kota Gorontalo terancam berkurang drastis. Forum Komunitas Hijau (FKH) menyebut sedikitnya ada 400 pohon.

Editor: Lodie Tombeg
Tribun Gorontalo
Pohon yang akan terdampak oleh proyek perbaikan Jalan Prof DR John Ario Katili atau eks Jalan Andalas. Foto diambil Kamis (27/1/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pohon di Kota Gorontalo terancam berkurang drastis. Forum Komunitas Hijau (FKH) menyebut sedikitnya ada 400 pohon yang akan terdampak oleh proyek perbaikan Jalan Prof DR John Ario Katili atau eks Jalan Andalas.

Sri Sutarni Arifin, salah satu anggota FKH mengungkapkan, jika PUPR Provinsi Gorontalo sebagai penanggung jawab proyek tersebut tidak memiliki perencanaan yang baik, maka tentu pohon-pohon tersebut akan terancam ditebang.

“Memang, kemarin PUPR itu memaparkan untuk memindahkan pohon-pohon tersebut. Namun sejauh ini belum ada penjelasan bagaimana teknisnya. Karena tentu pemindahan pohon tersebut akan menjadi pertama kali dilakukan di Kota Gorontalo,” ungkap Sri yang juga sebagai dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (17/1/2022).

Sri menjelaskan, bahwa perbaikan jalan sepanjang 2,8 kilometer itu direncanakan untuk dikerjakan dengan membongkar median di sepanjang jalan tersebut. Meski oleh PUPR diungkapkan bahwa pembongkaran itu sudah sesuai aturan, namun tentu perlu mempertimbangkan keberadaan pohon di sepanjang median itu.

Baca juga: Marten Targetkan Proyek Pasar Sentral Gorontalo Selesai Tahun 2022

“Karena sepanjang median jalan dari Perlimaan Telaga hingga ujung JDS itu terdapat pohon. Nah itu harus kita kawal bagaimana nasib pohon-pohon itu,” tegas Sri.

Proyek pembangunan di Kota Gorontalo sendiri memang sejauh ini banyak mengorbankan pohon. Sebut saja perbaikan Jalan Madura dan Jalan Sudirman. Pohon-pohon di sepanjang jalan itu terpaksa harus mengalah dengan betonisasi. Tidak peduli pohon tersebut sudah berusia tua maupun tidak, jika memang berada di dalam kawasan proyek, maka sudah tentu ujungnya akan ditebang. Dalihnya penebangan pohon sudah tidak bisa dihindarkan karena tidak lagi sesuai dengan perencanaan.

“Nah ini positifnya PUPR, sebelum ada kontraktor yang menangani ini, mereka sudah membicarakannya lebih dulu dengan kami (FKH). Jadinya kita bisa memberikan masukan, dan itu akan menjadi pertimbangan oleh kontraktor yang ingin mengerjakan proyek itu. Kalau sebelumnya kan tidak. Sudah ada perencanaanya, baru dibicarakan nasib pohonnya,” curhat Sri.

Penggantian pohon yang ditebang kata Sri memang menjadi alasan klasik oleh para kontraktor menerima kecaman FKH soal penebangan pohon. Namun karena janji tersebut tidak berdasarkan dokumen yang jelas, maka prosesnya tentu akan lembah di lapangan.

“Karena tidak ada hitam di atas putih, jadi kita pun kesulitan menuntut hal itu direalisasikan oleh para kontraktor maupun pejabat daerah, kan. (wan)

 


JALAN - Pohon di median sepanjang Jalan Prof Ario Katili eks Andalas yang terancam ditebang karena proyek pelebaran jalan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved