Covid Omicron
Omicron Masuk Jakarta Pertengan Desember 2021: Diprediksikan Puncaknya Februari-Maret
Sekitar 90 persen transmisi lokal Covid-19 varian Omicron terjadi di DKI Jakarta. Ibu Kota Indonesia ini menjadi medan perang pertama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/150122-Omicron.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Sekitar 90 persen transmisi lokal Covid-19 varian Omicron terjadi di DKI Jakarta. Ibu Kota Indonesia ini menjadi medan perang pertama melawan varian tersebut.
Pemerintah memprediksi puncak kasus varian Omicron di Indonesia akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Daerah ini sebagai lahan perang pertama di Indonesia.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, berdasarkan pengamatan terhadap sejumlah negara puncak tersebut dicapai secara cepat dan tinggi dan waktunya berkisar antara 35-65 hari.
“Indonesia pertama kali kita teridentifikasi (varian Omicron) adalah pertengahan Desember, tapi kasus kita mulai naiknya di awal Januari." "Antara 35-65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi."
"Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan pers secara virtual, Minggu (16/1/2022), dikutip dari laman setkab.go.id.
Budi mengungkapkan, tingkat perawatan di rumah sakit untuk pasien Omicron di sejumlah negara yang telah melewati puncak kasus berkisar antara 30-40 persen dibandingkan hospitalisasi varian Delta.
“Jadi walaupun kenaikannya lebih cepat dan tinggi, jumlah kasusnya akan lebih banyak dan naik penularannya lebih cepat, tapi hospitalisasinya lebih rendah,” jelas dia.
Oleh karena itu, ia menekankan agar masyarakat tetap waspada. Namun, tidak perlu panik jika ada kenaikan jumlah kasus yang cepat dan banyak.
Menkes menyampaikan, sekitar 90 persen transmisi lokal varian Omicron terjadi di DKI Jakarta. Sehingga, pemerintah mempersiapkan strategi khusus dalam mengantisipasi lonjakan kasus di wilayah ini.
“Kita memang harus mempersiapkan khusus DKI Jakarta sebagai medan perang pertama menghadapi Omicron ini." "Kita harus memastikan di kita bisa menanganinya perang menghadapi Omicron di DKI Jakarta ini,” ucap Budi.
Pemerintah akan melakukan pengetatan penegakan disiplin protokol kesehatan yang didukung oleh implementasi PeduliLindungi. Selain itu, upaya testing dan tracing juga akan diperkuat dengan dukungan dari TNI/Polri.
“Arahan Bapak Presiden adalah dipastikan, walaupun kita tidak usah panik tapi harus hati-hati dan waspada." "Prokes di Jakarta harus ditingkatkan, penggunaan PeduliLindungi juga harus diperketat."
"Testing, tracing, dan isolasi terpusatnya harus kembali ditingkatkan,” terang Menkes. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, serta tidak bepergian ke luar negeri untuk keperluan yang tidak esensial.
“Itu nanti akan mengurangi laju penularan dari Omicron yang akan naik sangat tinggi dan sangat cepat di DKI, Jabodetabek dalam beberapa minggu ke depan ini,” lanjut Menkes.
Kemudian, pemerintah akan mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi dosis lanjutan atau booster.
Baca juga: Tokyo Jepang Booming Covid, 89 Persen Terpapar Omicron