Breaking News:

Artis dan Suami Terjerat Narkoba

Harusnya Rehabilitasi, Mantan Kepala BNN: Ardi dan Nia Dibujuk, Dirayu, Diperdaya

Kontroversi! Vonis satu tahun penjara terhadap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dinilai tidak tepat.

Editor: lodie tombeg
Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah
SIDANG - Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (11/1/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Kontroversi! Vonis satu tahun penjara terhadap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dinilai tidak tepat. Seharusnya Nia dan Ardi direhabilitasi bukan dipenjara.

Penilaian itu disampaikan mantan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal (Purn) Anang Iskandar. “Hukuman UU narkotika itu ya kan perlu dipahami oleh semuanya termasuk hakim-hakim seluruh Indonesia. Bahwa hukuman bagi terdakwa yang terbukti sebagai penyalahgunaan, itu hukumannya rehabilitasi, bukan penjara. Itu (kata ) UU narkotika,” kata Anang dalam keterangannya, Kamis (13/1/2022).

Anang menjelaskan, dalam putusan hakim menjabarkan jika Ardi dan Nia bukan korban penyalahgunaan narkoba dalam arti orang yang dibujuk, dirayu, diperdaya mempergunakan narkoba.

“Nia bukan golongan korban tetapi pelaku penyalahgunaan dalam keadaan ketergantungan. Itu hukumannya rehabilitasi,” jelas Anang. Jenderal Polisi mengatakan, hakim punya kebebasan dan keyakinan untuk menjatuhkan hukuman.

Baca juga: Nia Ramadhani Bermohon kepada Hakim Peringan Vonisnya

Tetapi, kata dia dalam memeriksa perkara penyalahgunaan narkotika, hakim tidak boleh bersembunyi atas nama kebebasan dan keyakinan hakim. "Karena tujuan dibuatnya UU menyatakan dengan jelas dalam memberantas peredaran gelap narkotika, UU menjamin penyalahgunanya mendapatkan upaya rehabilitasi," katanya.

Sebelumnya, dalam sidang, Hakim memvonis Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dengan pidana penjara 1 tahun.

Kuasa Hukum Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, Wa Ode Nur Zainab mengatakan, klien dalam kasus penyalahgunaan narkoba adalah korban.

Hal ini disampaikan dalam video yang diunggah di YouTube Star Story, Selasa (11/1/2022). Lantaran sejak kasus bergulir, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie langsung menjalani rehabilitasi.

Wa Ode menerangkan, kliennya memang mengakui konsumsi narkoba berulang kali sejak April 2021. "Dalam hal ini jelas menurut kami mereka adalah korban penyalahguna narkoba," terang Wa Ode.

140122-Anang Iskandar
Anang Iskandar

"Pemakaian berulang kali, setidaknya dari April, dan ada ketergantungan secara psikis dan juga fisik." "Secara Undang-Undang wajib direhabilitasi, tapi kemudian Hakim berpendapat lain," tambahnya.

Wa Ode turut menyinggung mengenai hasil dari asesmen terhadap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. Ia menjelaskan, sang klien sempat menjalani asesmen sebanyak dua kali pada Juli dan September 2021.

Hasil dari asesmen tersebut, mewajibkan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie untuk menjalani rehabilitasi. "Fakta di persidangan jelas, hasil Tim Asesmen Terpadu yang dilakukan oleh BNN Provinsi DKI Jakarta."

"Juga dari BNN RI menyatakan mereka penyalahguna narkotika yang wajib direhabilitasi," kata Wa Ode. Menanggapi putusan Hakim, Wa Ode merasa sangat berlawanan dengan hasil asesmen dari BNN.

Majelis Hakim menyatakan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bukan korban penyalahgunaan nakorba. "Jadi ini menjadi kontradiktif dengan fakta hukum yang justru ada di persidangan," tuturnya. (Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mantan Kepala BNN: Hukuman Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Seharusnya Rehabilitasi

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved