Jumat, 6 Maret 2026

Penanganan Covid

Bincang Parlemen-Tribun Gorontalo, Mamesah Dorong Pemberian Vaksin Booster

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Irwan Mamesah menegaskan bahwa masyarakat Gorontalo harus memiliki kesadaran.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Bincang Parlemen-Tribun Gorontalo, Mamesah Dorong Pemberian Vaksin Booster
Tribun Gorontalo
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Irwan Mamesah SPD MEc Dev 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Irwan Mamesah menegaskan bahwa masyarakat Gorontalo harus memiliki kesadaran untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, Selasa (11/1/2022).

Menanggapi persoalan kurangnya kepedulian dari sebagian masyarakat soal vaksin
Covid-19, Mamesah berpandangan, ada masyarakat sudah termakan berita hoaks
yang terlanjur menyebar dan mehegemoni mereka untuk menghindari anjuran pemerintah tersebut.

“Ada beberapa hal yang mempengaruhi masyarakat kenapa masyarakat itu enggan
memvaksinkan diri atau melaksanakan vaksin, yang pertama karena hoaks. Hoaks muncul bahwa ini akan cacat, akan pincang, akan mati dan sebagainya,” ujar Irwan ketika diwawancarai jurnalis Tribungorontalo.com Fajri Kidjab di kantornya, Selasa (11/1/2011).

Menurut Anggota DPRD dari PKS, pemerintah belum maksimal menepis ketakutan masyarakat akan hoaks yang ada. Namun masyarakat perlu menyadari bahwa persentase kegagalan vaksin sejauh ini sangat kecil dan tidak layak untuk dijadikan dasar pemikiran untuk menolak untuk melakukan vaksin.

“Bagi kami kalaupun ada kejadian seperti itu, kami tidak bisa juga menepis bahwa ada kejadian, tapi itu persentasenya mungkin dari 10.000 mungkin 1. Itupun mungkin bisa jadi ada komorbid (penyakit penyerta). Oleh karenanya, screening awalnya akan menentukan apakah orang ini layak divaksin atau tidak,” lanjut Irwan.

Baca juga: Binda Gorontalo Target Seribu Vaksin, Maryam: Saya Sudah Dosis Kedua

Irwan menambahkan bahwa penurunan tingkatan penyebaran Covid di Gorontalo dan semua aktivitas sudah dibuka itu disebabkan dari pengaruh vaksin selama ini telah dilakukan. Namun terlepas dari pretense lain yang mengklaim bahwa vaksin sudah masuk ke ranah bisnis, tetapi itu semua tidak dapat menafikkan pentingnya vaksinasi.

VAKSINASI - PCNU gelar vaksinasi di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (30/12/2021).
VAKSINASI - (Ilustrasi) PCNU gelar vaksinasi di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (30/12/2021). (Tribun Gorontalo/apris)

“Bisa jadi di situ ada bisnis, tetapi hari ini faktanya kita melihat bahwa vaksin ini penting buat kita,” ujar Irwan. Dia juga mengungkapkan bahwa mereka selaku Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo telah bekerja sama dengan Polda Gorontalo, seluruh polres, polsek hingga koramil untuk mengecek serta memotivasi masyarakat agar memperoleh kesadaran pentingnya vaksinasi.

Irwan mengatakan, saat ini hampir semua daerah telah merubah pola vaksin. Sebelumnya masyarakat dikejar-kejar untuk sekadar divaksin, sekarang sebagian masyarakat diberi stimulan.

Misalkan bagi masyarakat yang telah divaksin diberi hadiah atau bantuan dari pemerintah setempat. Itu, menurutnya, semua tidak lepas dari approach dan pendekatan yang baik dari pemerintah.

“Melalui tayangan ini, kami berharap bagi masyarakat yang belum memvaksinkan diri agar segera. Yang belum vaksin tahap pertama agar segera melakukan tahap kedua. Yang sudah tahap kedua, mudahan-mudahan, kita kan sedang menunggu program yang booster ini untuk tahap ketiga. Walaupun sudah disampaikan tapi sebagian besar belum mendapatkan vaksin tahap ketiga,” pungkas Irwan.

Dia mengimbau masyarakat menghilangkan segala informasi yang tidak benar,
karena itu hanya akan menambah keruh keadaan. Selain itu, ia berharap masyarakat yang beraktivitas di luar agar segera melakukan vaksin sebagai bentuk perlindungan diri dan memperbaiki sendi kehidupan.

“Corona ini luar biasa, sendi-sendi ekonomi kita itu hancur, bukan hanya Indonesia, di luar negeri juga begitu," ujarnya.

Lanjut legislator ini, banyak negara di Eropa itu hancur gara-gara Corona apalagi Indonesia. Kita ketahui kemarin ada beberapa kali refocusing anggaran hanya untuk penanganan Covid. Nah, kalau berlanjut terus seperti ini, maka saya rasa yang kena imbasnya juga adalah masyarakat.

Tidak bisa membuka usaha, baru dibuka sebentar, nanti ditutup gara-gara virusnya meningkat lagi. "Oleh karenanya agar itu tidak terjadi lagi, kami anggota DPRD Provinsi berharap, masyarakat memiliki kesadaran penuh untuk melakukan vaksin. Kalaupun kita belum terbebas, paling tidak landai atau kurang peningkatan (penyebaran) dari virus ini,” kata Mamesah. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved