Korban Investasi Bodong Gorontalo Berkeluh Kesah ke Gubernur Rusli Habibie

Sejumlah korban investasi bodong berkeluh kesah kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie belum lama ini.

Penulis: lodie tombeg | Editor: lodie tombeg
Kominfotik Pemprov Gorontalo
Gubernur Rusli Habibie berfoto bersama perwakilan penerima bantuan ekonomi produktif senilai Rp 1,2 juta per orang yang diserahkan secara simbolis Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sejumlah korban investasi bodong berkeluh kesah kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie belum lama ini. Mereka mengeluh soal belum jelasnya modal investasi akan kembali atau tidak.

Menangapi ini Gubernur Rusli Habibie mengaku tidak bisa membantu, karena ini murni bisnis person to person, yang tidak terkait dengan pemerintahan.

Sebagai Gubernur, ia hanya berharap masyarakat di Gorontalo harus lebih hati-hati berbisnis. Apalagi bisnis yang mengiming imingi keuntungan besar yang tidak masuk akal.

“Bisnis yang keuntungan sampai 30 persen rasanya mustahil ada. Kedua, bisnis yang tidak ada produknya, itu harus hati hati. Saham saja itu harus melalui satu proses transaksi yang jelas. Tapi mereka harus paham betul, tingkat resikonya,” tegas Rusli Habibie yang dimintai tanggapannya oleh sejumlah wartawan terkait keluh kesah korban investasi bodong yang ramai di Gorontalo.

Rusli berharap, kejadian ini akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat. “ Kejadian seperti ini, bukan cuma sekali di Gorontalo. Mestinya tidak perlu tergiur. Apalagi teknologi komunikasi sekarang ini bisa mempermudah masyarakat berkonsultasi dengan OJK,’ kata Rusli lagi.

Rusli mengatakan, sebagai gubernur, ia akan mendorong agar masalah ini harus diselesaikan dalam konteks hukum. “ Oknum agen dari investasi ini harus dimintai pertanggungg jawaban. Insya allah kalau ia bertanggung jawab dan mengembalikan uang dari korban investasi.

Jika tidak maka proses hukum harus jalan, biar ada sangksinya,’ kata Rusli Habibie lagi.

Rusli mengatakan, jika masyarakat ragu dengan sesuatu bisnis. Maka sebaiknya mengecek legal standing bisnis tersebut.

Baca juga: Waskita Karya Incar Rp 30 Triliun di 2022

Contoh kecil, apakah bisnis atau perusahaan tersebut terdaftar di daerah ? bisa menghubungi pemerintah daerah setempat atau dinas terkait, misalnya kesbangpol, satgaswaspada investasi, kominfo yang dimintai informasi, OJK dan lembaga lain yang terkait. Jika merasa meragukan maka sebaiknya jangan.

“Rusli berharap, kalangan muda untuk belajar berbisnis dari kecil. Dengan mengangkat sumber daya alam di Gorontalo. Kembangkan UMKM dengan kreatifitas baru, managemen yang kuat, dengan mencari pasar seluas luasnya. Menjadi pengusaha itu tidak ada yagn instan, semuanya melalui proses yang panjang,’ imbau Rusli Habibie.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved