Muktamar NU
Gus Yahya Terpilih Ketum PBNU Setelah Raih 337 Suara
Suksesi kepemimpinan Pengurus Besar Dahdlatul Ulama (PBNU) berjalanan lancar. KH Yahya Cholil Staquf yang kerap disapa Gus Yahya.
Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Lodie Tombeg
Mereka lolos menjadi kandidat Ketum PBNU setelah meraih lebih dari 99 suara.
Ketua SC Panitia Muktamar, M Nuh mengatakan, dalam mekanisme pencalonan ada syarat minimal dukungan untuk bisa ditetapkan sebagai calon Ketua Umum BPNU, yakni minimal mengantongi 99 suara.
"Siapa saja yang mencapai 99 suara atau lebih dari 99 suara itu yang masuk calon Ketum. Yang dapat 99 suara tadi itu kemudian diminta untuk musyawarah di antara mereka," kata M Nuh dilansir Tribun Lampung, Jumat (24/12/2021).
Dari hasil penghitungan suara, Gus Yahya meraih 327 suara, sementara Said Aqil Siradj meraih 203 suara.
Alhasil keduanya pun dipastikan akan akan melenggang sebagai kandidat ketua PBNU periode 2021-2026.
Sementara itu, untuk tiga bakal calon lainnya, As'ad Ali, KH Marzuki Mustamar, dan Ramadan, dipastikan tidak lolos dalam bursa pencalonannya.
Baca juga: Ulama Pedagang Batik Terpilih Jadi Rais Aam NU
Perolehan Suara Pemilihan Calon Ketua Umum PBNU
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berlanjut setelah KH Yahya Cholil Staquf dan KH Said Aqil Siradj ditetapkan menjadi calon.
Keduanya ditetapkan menjadi calon Ketua Umum PBNU setelah penghitungan suara bakal calon, Jumat (24/12/2021) pagi.
Kini giliran menentukan siapa yang akan menduduki jabatan Ketua Umum PBNU.
PWNU dan PCNU pemegang hak suara mulai bergiliran menentukan pilihannya.
Adapun pemilihan calon Ketua Umum PBNU dilaksanakan melalui voting yang dilakukan muktamirin tiap daerah, baik PWNU dan PCNU.
Terlihat, KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf duduk berdampingan menyaksikan pemungutan suara tersebut.
Sebelumnya diberitakan KH Yahya Cholil Staquf dan KH Said Aqil Siradj menyatakan kesediaanya untuk maju menjadi Calon Ketua Umum PBNU.
"Dengan ini dan berdasarkan suara hadirin maka saya bersedia melanjutkan proses pemilihan. Fastabiqul khoirot, apapun hasilnya harus kita terima dengan legowo," kata Said Aqil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berdampingan-NU.jpg)