Liga Champions
Dramatis! Sempat Comeback, Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions di Injury Time
Langkah Real Madrid di panggung Liga Champions musim ini resmi terhenti secara dramatis di Allianz Arena, Kamis (16/4/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Para-pemain-Real-Madrid-bertepuk-tangan-untuk-pendukung-mereka.jpg)
Ringkasan Berita:
- Langkah Los Blancos di Liga Champions resmi terhenti setelah kalah 4-3 dari Bayern Munich di Allianz Arena
- Meski sempat memimpin hingga menit-menit akhir lewat performa apik Arda Güler dan Kylian Mbappé, stabilitas Madrid runtuh setelah Eduardo Camavinga menerima kartu merah pada menit ke-86.
- Unggul jumlah pemain, Bayern Munich berhasil mencetak dua gol krusial
TRIBUNGORONTALO.COM – Langkah Real Madrid di panggung Liga Champions musim ini resmi terhenti secara dramatis di Allianz Arena, Kamis (16/4/2026).
Meski sempat menunjukkan perlawanan sengit di markas lawan, Los Blancos akhirnya harus mengakui keunggulan Bayern Munich dengan skor tipis 4-3, yang sekaligus mengubah agregat menjadi kekalahan menyakitkan bagi sang raja kompetisi Eropa.
Drama di menit-menit akhir menjadi mimpi buruk bagi skuat asuhan Alvaro Arbeloa.
Sempat memegang kendali permainan dan memimpin hingga mendekati penghujung laga, stabilitas Madrid goyah setelah insiden kartu merah yang mengubah segalanya di lapangan.
Keunggulan agregat yang sempat berada di tangan Real Madrid sirna dalam sekejap.
Tekanan bertubi-tubi dari tim tuan rumah di sisa waktu pertandingan membuat barisan pertahanan Los Merengues kewalahan menghadapi gempuran pemain-pemain sayap Bayern yang tampil eksplosif.
Kekalahan ini terasa kian pahit karena Madrid sebenarnya memulai laga dengan intensitas tinggi.
Gol cepat yang tercipta di detik-detik awal pertandingan seolah memberi sinyal bahwa tiket semifinal sudah dalam genggaman, namun mentalitas pantang menyerah Bayern berbicara lain.
Kepemimpinan wasit Slavko Vinčić juga menjadi sorotan tajam dalam laga ini.
Keputusannya mengeluarkan kartu kuning kedua bagi Eduardo Camavinga di saat krusial dianggap sebagai titik balik yang meruntuhkan skenario bertahan yang telah disusun rapi oleh Madrid.
Tanpa Camavinga, lini tengah Madrid kehilangan jangkar utamanya. Ruang kosong yang ditinggalkan pemain Prancis itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Die Roten untuk mengurung pertahanan Madrid dan melepaskan tembakan-tembakan spekulatif yang berujung gol.
Kylian Mbappé dan Arda Güler sebenarnya tampil gemilang dengan kontribusi gol mereka yang sempat membungkam publik tuan rumah.
Namun, performa apik di lini depan tidak cukup untuk menutupi celah di sektor belakang pada menit-menit berdarah.
Kekalahan agregat 4-3 ini memastikan tidak ada wakil Spanyol yang tersisa di fase ini, sekaligus memutus ambisi Real Madrid untuk mempertahankan supremasi mereka di kompetisi kasta tertinggi klub Eropa tersebut.