SEPAK BOLA

FIFA Skors 7 Pemain Malaysia, Diduga Palsukan Kewarganegaraan, Ini Daftarnya

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi berat kepada tujuh pemain tim nasional Malaysia yang diduga memperoleh kewarganegaraan

Editor: Wawan Akuba
DOC
TIMNAS MALAY -- FIFA bikin geger sepak bola Asia! Tujuh pemain Malaysia dihukum setahun karena diduga palsukan kewarganegaraan demi bisa bela Harimau Malaya. 

TRIBUNGORONTALO.COM, BOLA – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi berat kepada tujuh pemain tim nasional Malaysia yang diduga memperoleh kewarganegaraan secara ilegal melalui dokumen palsu.

Keputusan ini diambil setelah investigasi resmi menemukan adanya manipulasi dokumen keluarga yang mengaitkan para pemain tersebut dengan asal-usul dari Spanyol, Argentina, Brasil, dan Belanda.

Kasus ini menjadi pukulan telak bagi Harimau Malaya, yang tengah memimpin klasemen grup kualifikasi Piala Asia AFC.

Tim asuhan Peter Cklamovski dijadwalkan menghadapi Laos dalam laga kandang dan tandang pekan ini lebih dulu di New Laos National Stadium pada Kamis (9 Oktober), lalu menjamu Laos di Stadion Bukit Jalil pada Kamis (14 Oktober).

Namun, Malaysia kini harus bertanding tanpa tujuh pemain kuncinya.

7 Pemain Malaysia Dihukum 12 Bulan dan Denda Besar

Tujuh pemain yang dimaksud adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Mereka dijatuhi hukuman larangan bermain selama 12 bulan serta denda masing-masing sebesar 2.000 franc Swiss (sekitar Rp36 juta).

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) turut diganjar denda besar senilai 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp6,4 miliar.

FAM menyatakan akan mengajukan banding atas sanksi tersebut.

Menurut hasil investigasi FIFA, FAM diduga memalsukan akta kelahiran dengan mencantumkan data bahwa kakek-nenek para pemain itu lahir di Malaysia—sehingga mereka bisa memenuhi syarat bermain untuk tim nasional.

FIFA: “Ini Bentuk Kecurangan Murni”

FIFA dalam pernyataannya menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kecurangan yang tidak dapat ditoleransi.

“Mengajukan dokumen palsu demi mendapatkan kelayakan bermain untuk tim nasional adalah bentuk kecurangan murni, yang sama sekali tidak bisa dibenarkan. Perilaku seperti ini merusak kepercayaan terhadap keadilan kompetisi dan mengancam esensi sepak bola yang berdasar pada kejujuran dan transparansi,” tulis FIFA dalam laporannya.

Menanggapi tudingan tersebut, FAM berdalih bahwa kesalahan dokumen terjadi karena kekeliruan administratif, bukan pemalsuan yang disengaja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved