Senin, 16 Maret 2026

SEPAK BOLA

Pep Guardiola Jadi Manajer Tercepat Raih 250 Kemenangan di Liga Premier, Salip Ferguson dan Wenger

Pep Guardiola kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah Premier League.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pep Guardiola Jadi Manajer Tercepat Raih 250 Kemenangan di Liga Premier, Salip Ferguson dan Wenger
Kolase foto X/Man City
LIGA CHAMPIONS - Pelatih Kepala Man City, Pep Guardiola menanggapi hasil drawing Play-off Liga Champions. Pep merasa pertemuan dengan Real Madrid sudah seperti laga derby. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Pep Guardiola kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah Liga Premier.

Pelatih Manchester City itu resmi menjadi manajer tercepat yang mencapai 250 kemenangan, usai timnya mengalahkan Brentford dengan skor tipis 1-0 pada Minggu (5/10) malam waktu setempat.

Kemenangan di Gtech Community Stadium tersebut bukan sekadar tiga poin penting bagi City, tetapi juga menandai pencapaian luar biasa bagi Guardiola.

Ia mencapai 250 kemenangan hanya dalam 349 pertandingan, sebuah rekor baru yang belum pernah dicapai pelatih mana pun sebelumnya di era Liga Premier.

Sebagai perbandingan, Sir Alex Ferguson, legenda Manchester United, mencapai kemenangan ke-250 dalam 404 laga, sementara Arsene Wenger dari Arsenal butuh 423 pertandingan untuk mencapai angka yang sama.

David Moyes, eks manajer United dan kini pelatih Everton, bahkan baru mencatat 250 kemenangan setelah 645 pertandingan.

Kemenangan Penting di Tengah Kebangkitan City

Gol tunggal Erling Haaland di babak pertama sudah cukup memastikan kemenangan City atas Brentford sekaligus mengangkat posisi mereka ke peringkat kelima klasemen sementara.

Hasil ini menegaskan kebangkitan Manchester City setelah sempat goyah di awal musim.

Tim asuhan Guardiola sebelumnya menderita dua kekalahan beruntun dari Tottenham Hotspur dan Brighton & Hove Albion, namun kini berhasil tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir Liga Premier dan tujuh pertandingan di semua kompetisi.

Konsistensi itu menjadi sinyal positif bahwa sang juara bertahan mulai menemukan kembali ritme permainan khas mereka: penguasaan bola tinggi, pressing cepat, dan kreativitas lini tengah yang tajam.

Kekhawatiran Baru: Cedera Rodri

Meski meraih kemenangan bersejarah, malam itu tak sepenuhnya menggembirakan bagi Guardiola.

Gelandang andalan mereka, Rodri, kembali mengalami cedera dan harus ditarik keluar setelah baru bermain 20 menit.

Pemain asal Spanyol itu tampak kesakitan, meskipun masih mampu berjalan meninggalkan lapangan tanpa bantuan medis.

Namun, tim medis City kini tengah menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tingkat keparahan cederanya.

Rodri menjadi bagian vital dari sistem permainan Guardiola, pengatur tempo, penyeimbang serangan, dan benteng pertama saat bertahan.

Jika harus absen panjang, absennya bisa menjadi pukulan besar bagi City yang tengah berusaha menembus empat besar.

Sejak bergabung dengan Manchester City pada 2016, Guardiola telah mengubah wajah sepak bola Inggris.

Dalam delapan musim, ia mempersembahkan 6 gelar Liga Premier, 2 Piala FA, dan 1 trofi Liga Champions, menjadikannya salah satu manajer tersukses dalam sejarah modern Inggris.

Rekor 250 kemenangan dalam waktu sesingkat itu hanya mempertegas dominasinya, bukan sekadar karena skuad mahal atau strategi rumit, tapi karena konsistensi dan visi permainan yang terus berevolusi.

Dengan performa yang kembali stabil dan Guardiola di puncak kejayaannya, pertanyaan kini bukan lagi apakah City bisa juara lagi, melainkan seberapa jauh mereka akan memecahkan rekor berikutnya. (*)

Sumber: Goal.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved