SEPAK BOLA
Kayden Sessegnon Tolak Chelsea, Man City, dan Liverpool demi Bertahan di Fulham
Wonderkid berusia 15 tahun Kayden Sessegnon justru memilih untuk tetap setia kepada Fulham meski ia diminati dari klub-klub raksasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Diincar-Chelsea-Manchester-City-dan-Liverpool-wonderkid-15-tahun-Kayden-Sessegnon-justru.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Wonderkid berusia 15 tahun Kayden Sessegnon justru memilih untuk tetap setia kepada Fulham meski ia diminati dari klub-klub raksasa Premier League seperti Chelsea, Manchester City, dan Liverpool.
Menurut laporan eksklusif dari TBR Football, sang pemain muda menolak peluang untuk mengikuti jejak para bintang akademi Fulham sebelumnya seperti Harvey Elliott dan Fabio Carvalho, yang lebih dulu hengkang ke Liverpool.
Sumber internal Fulham menyebut bahwa Kayden, yang merupakan keponakan dari pemain senior Fulham Ryan Sessegnon (nomor punggung 30), sudah menegaskan komitmennya untuk bertahan di Craven Cottage.
Ia disebut sebagai salah satu talenta terbaik di Inggris untuk kelompok usianya dan bahkan sudah tampil bersama tim U-18 Fulham, meski baru berusia 15 tahun.
Meski belum bisa menandatangani kontrak profesional hingga berusia 17 tahun, Kayden akan berhak menandatangani beasiswa (scholarship) pada ulang tahunnya yang ke-16, Juli mendatang.
Kondisi tanpa kontrak biasanya membuat pemain muda rentan “dibajak” oleh klub besar, namun laporan TBR Football menyebut pemain Timnas Inggris U-15 itu bertekad mengikuti jejak keluarganya dan bermimpi melakukan debut senior bersama Fulham.
Keputusan ini menjadi kabar menggembirakan bagi Fulham, yang dalam beberapa tahun terakhir berusaha keras mempertahankan para pemain muda berbakat dari incaran klub elit.
Sebelumnya, Fulham juga berhasil meyakinkan Josh King untuk bertahan di London Barat, dan Seth Ridgeon, kapten Timnas Inggris U-17, untuk melanjutkan perkembangannya di akademi klub tersebut.
Langkah Kayden Sessegnon dianggap bijak, mengingat pengalaman pahit yang pernah dialami lulusan akademi Fulham lainnya, Patrick Roberts.
Pemain yang dijuluki “Marcus Rashford-nya Fulham” itu dibeli Manchester City seharga £12 juta pada 2015 saat berusia 18 tahun.
Namun, Roberts hanya tampil tiga kali untuk City sebelum dipinjamkan ke tujuh klub berbeda – termasuk Celtic, Girona, Norwich City, dan Derby County, sebelum akhirnya dijual ke Sunderland pada 2022 hanya dengan harga £3 juta.
Melihat perjalanan Roberts, keputusan Sessegnon untuk bertahan di Fulham tampak sebagai langkah matang bagi kariernya.
Dengan dukungan keluarga dan fondasi akademi yang kuat, Kayden tampaknya ingin membuktikan bahwa kesetiaan dan kesabaran bisa membuka jalan menuju kesuksesan sejati di sepak bola profesional. (*)