Ramadan 2026
Main Game Seharian Saat Ramadan, Puasa Sah atau Tidak? Begini Penjelasan Fiqihnya
Memasuki hari-hari awal di bulan suci Ramadan 1447 H, gairah spiritual umat Muslim di Gorontalo kian terasa kuat
Ringkasan Berita:
- Bermain game secara fiqih hukum dasarnya diperbolehkan (mubah) dan tidak membatalkan puasa selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan secara fisik seperti makan atau minum
- Meskipun sah secara hukum, bermain game berlebihan berisiko membuat puasa menjadi hampa dan hanya menyisakan rasa lapar serta dahaga
- Umat Muslim dianjurkan untuk tidak terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan lebih memfokuskan diri pada ibadah seperti tadarus atau zikir
TRIBUNGORONTALO.COM – Memasuki hari-hari awal di bulan suci Ramadan 1447 H, gairah spiritual umat Muslim di Gorontalo kian terasa kuat. Namun, seiring dengan durasi menahan lapar dan dahaga yang cukup panjang, muncul beragam cara warga dalam mengisi waktu luang atau yang akrab disebut "ngabuburit".
Fenomena bermain game di ponsel pintar kini menjadi tren yang mendominasi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sebagian besar merasa bahwa dengan menatap layar virtual, waktu seolah berjalan lebih cepat dan rasa lapar serta haus menjadi tersamarkan.
Kondisi ini memicu diskusi hangat di tengah masyarakat: apakah menghabiskan waktu dengan bermain game dapat memengaruhi keabsahan ibadah puasa? Pasalnya, esensi puasa seringkali dianggap berbenturan dengan aktivitas yang bersifat hiburan semata.
Secara umum, masyarakat perlu memahami batasan antara hal-hal yang membatalkan puasa secara teknis fiqih dengan hal-hal yang mengurangi nilai pahala puasa itu sendiri. Hal ini penting agar Ramadan yang dijalani tidak sekadar menjadi kegiatan menahan haus dan lapar tanpa makna spiritual.
Penetapan awal Ramadan 1447 H yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil sidang isbat, menjadi awal perjalanan ibadah bagi jutaan umat Muslim. Di hari-hari pertama ini, tantangan fisik biasanya berada pada titik tertinggi karena tubuh masih dalam fase adaptasi.
Banyak pemuda di Gorontalo yang memilih jalur "virtual" untuk mengalihkan rasa jenuh tersebut. Namun, literatur fiqih memiliki jawaban yang sangat jelas mengenai status hukum dari aktivitas yang kini telah menjadi bagian dari gaya hidup modern ini.
Memahami hukum fiqih secara mendalam akan memberikan ketenangan bagi umat dalam beribadah, sekaligus menjadi rambu agar tidak terperosok ke dalam perbuatan yang sia-sia selama bulan suci.
Penjelasan Hukum Fiqih
Secara fiqih, bermain game saat berpuasa tidak membatalkan puasa. Batalnya ibadah puasa berkaitan dengan perbuatan yang secara jelas membatalkan, seperti makan, minum, berhubungan suami istri, atau melakukan hal yang bertentangan dengan esensi puasa, termasuk murtad dengan keyakinan dan perkataan yang nyata.
Dengan demikian, seseorang yang bermain game sepanjang hari tetap sah puasanya selama ia tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik tersebut. Hukum dasarnya adalah diperbolehkan (mubah).
Namun, kebolehan ini memiliki syarat yang ketat. Aktivitas tersebut tidak boleh mengandung unsur yang diharamkan, tidak melalaikan kewajiban seperti salat lima waktu, dan dilakukan secara wajar.
Misalnya, game tersebut digunakan hanya untuk menghilangkan kejenuhan dengan durasi secukupnya. Jika sudah melampaui batas, maka status hukumnya bisa berubah menjadi makruh atau bahkan dilarang jika menyebabkan kewajiban utama terbengkalai.
Ramadhan merupakan momentum penting untuk melatih manajemen waktu dan pengendalian hawa nafsu.
Sebaiknya waktu lebih banyak diisi dengan aktivitas ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, dan melakukan ibadah sunnah lainnya.
Larangan Terlalu Sibuk dengan Dunia
Sayyid Abdullah Al-Haddad menekankan agar umat Islam tidak terlalu sibuk dengan urusan dunia di bulan Ramadhan. Beliau menganjurkan agar setiap Muslim memfokuskan diri pada ibadah sedalam mungkin.
Dalam kitab Nashaihud Diniyah, beliau menjelaskan:
وَمِنْ آدَابِهِ أَنْ لَا يُكْثِرَ التَّشَاغُلَ بِأُمُورِ الدُّنْيَا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بَلْ يَتَفَرَّغُ عَنْهَا لِعِبَادَةِ اللَّهِ وَذِكْرِهِ مَا أَمْكَنَهُ وَلَا يَدْخُلُ فِي شَيْءٍ مِنْ أَشْغَالِ الدُّنْيَا إِلَّا إِنْ كَانَ ضَرُورِيًّا فِي حَقِّهِ أَوْ حَقِّ مَنْ يُلْزِمُهُ الْقِيَامُ بِهِ مِنَ الْعِيَالِ وَنَحْوِهِ، وَذَٰلِكَ لِأَنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ فِي الشُّهُورِ بِمَنْزِلَةِ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِي الْأَيَّامِ فَيَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَجْعَلَ يَوْمَ جُمُعَتِهِ وَشَهْرَهُ هَذَا لِآخِرَتِهِ خُصُوصًا
Artinya: “Di antara adab yang dianjurkan adalah tidak terlalu sibuk dengan urusan dunia di bulan Ramadhan, tetapi sebaiknya mengosongkan diri untuk beribadah kepada Allah dan banyak mengingat-Nya sebisa mungkin. Janganlah terlibat dalam pekerjaan duniawi kecuali jika itu benar-benar diperlukan bagi dirinya sendiri atau bagi orang-orang yang menjadi tanggungannya, seperti keluarga dan sebagainya,” (Sayyid Abdullah Al-Haddad, Nashaihud Diniyah, [Beirut, Darul Kutub Ilmiyah: 2015], halaman 173).
Ulama menjelaskan bahwa kedudukan bulan Ramadan di antara bulan-bulan lainnya ibarat hari Jumat di antara hari-hari dalam sepekan. Maka, sangat disayangkan jika waktu yang sangat istimewa ini habis hanya untuk aktivitas yang tidak memiliki nilai ukhrawi.
Bahaya Puasa yang Hampa
Bayangkan seseorang yang berpuasa secara fisik, namun jiwanya kosong. Tubuhnya memang menahan lapar, tetapi waktunya habis hanya untuk mengejar skor game, menatap layar, dan melupakan zikir serta interaksi sosial yang bermanfaat.
Secara lahiriah dia tampak menjalankan rukun Islam, namun secara spiritual dia kehilangan esensinya. Kondisi yang mengkhawatirkan ini telah diperingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش
Artinya, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga,” (HR An-Nasa’i).
Hal ini terjadi karena puasa tersebut tidak dibarengi dengan pengendalian diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Bermain game secara berlebihan bisa tergolong dalam kategori laghwi atau perbuatan sia-sia.
Puasa yang berkualitas seharusnya menjadi perisai bagi seorang mukmin. Perisai tersebut tidak hanya melindungi dari makanan dan minuman, tetapi juga dari aktivitas hampa yang menggerus pahala.
Rasulullah SAW memberikan penjelasan tambahan melalui hadits riwayat Al-Baihaqi:
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنْ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ فَقَطْ الصِّيَامُ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ
Artinya, "Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum saja, puasa adalah menahan diri dari perkataan sia-sia dan keji," (HR. Al-Baihaqi).
Baca juga: Jadwal Buka Puasa di Gorontalo Hari Ini 20 Februari 2026
Manajemen Waktu yang Bijak
Dengan pengendalian diri dan manajemen waktu yang tepat, aktivitas hiburan seperti bermain game sebenarnya tetap memiliki ruang di bulan Ramadan. Syaratnya, ia tidak dijadikan sebagai menu utama harian.
Aktivitas ini bisa dikelola sebagai sarana istirahat sejenak dari rutinitas ibadah, bukan sebaliknya. Misalnya, seseorang diperbolehkan bermain game sebagai hadiah atau "self-reward" kecil setelah ia menyelesaikan target tilawah Al-Qur'an atau hafalan hadits.
Dengan cara ini, psikologis tetap terjaga namun spiritualitas tetap menjadi prioritas utama. Kedisiplinan dalam mengatur jam bermain menjadi kunci agar Ramadan tidak terbuang percuma.
Kesimpulannya, bermain game selama Ramadan memang tidak membatalkan puasa dan diperbolehkan secara fiqih selama syarat-syaratnya terpenuhi. Namun, harus disadari bahwa esensi puasa adalah proses penyucian jiwa.
Bijaksanalah dalam mengatur waktu di bulan penuh berkah ini. Gunakan hiburan hanya sebagai sarana penyegaran sesaat agar tubuh kembali bugar untuk melaksanakan aktivitas ibadah yang lebih berat seperti Tarawih dan Qiyamul Lail.
Setiap detik di bulan Ramadan sangatlah berharga. Dengan manajemen waktu yang baik, setiap individu bisa memperkuat ketahanan fisiknya sekaligus meningkatkan kualitas spiritualnya.
Semoga setiap hari yang kita jalani di bulan ini tidak hanya tampak sah secara lahiriah di depan hukum fiqih, tetapi juga memberikan manfaat batiniah yang mendalam bagi jiwa kita. Wallahu a’lam. (*)
(Sumber: Nu Online)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-dua-remaja-bermain-game.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.