Ramadan 2026
Kembali Bersih dari Dosa, Inilah Keutamaan Tarawih Malam ke-1 Ramadhan
Jutaan muslim akan melangkahkan kaki ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih pertama di bulan Ramadhan
Ringkasan Berita:
- Berdasarkan kitab Durratun Nashihin, umat Muslim yang melaksanakan shalat tarawih pada malam pertama akan dihapus dosa-dosanya hingga kembali suci seperti bayi baru lahir
- Keutamaan luar biasa ini dapat diraih apabila ibadah dilakukan dengan landasan iman yang kuat dan niat tulus semata-mata mengharap ridha Allah SWT (ihtisab)
- Untuk memaksimalkan momentum reset dosa ini, umat Muslim dianjurkan melengkapi shalat tarawih dengan shalat witir serta membaca Doa Kamilin untuk memohon kesempurnaan iman
TRIBUNGORONTALO.COM – Jutaan muslim akan melangkahkan kaki ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih pertama di bulan Ramadan 1447 H pada Rabu (18/2/2026) malam.
Shalat tarawih pada malam ke-1 Ramadhan ini bukan sekadar ibadah pembuka, melainkan sebuah gerbang ampunan yang sangat luas
Berdasarkan literatur Islam, malam perdana ini menjanjikan kesucian spiritual yang luar biasa bagi setiap mukmin yang menjalankannya dengan ikhlas.
Keutamaan khusus ini sebagaimana tertuang dalam kitab Durratun Nashihin, yang menjadi rujukan banyak ulama mengenai fadhilah ibadah di bulan suci.
Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa ganjaran bagi mereka yang menghidupkan malam pertama sangatlah menyentuh hati.
Diterangkan bahwa pada malam pertama Ramadhan, seorang mukmin yang melaksanakan shalat tarawih akan dihapus dosa-dosanya secara total. Kondisinya digambarkan sangat fitrah, seolah-olah beban dosa yang menumpuk selama setahun luruh seketika.
Perumpamaan yang digunakan dalam kitab tersebut bahkan sangat spesifik, yakni seorang hamba akan kembali suci sebagaimana saat ia baru saja dilahirkan oleh ibunya ke dunia. Ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT di awal bulan mulia ini.
Hal ini sebagaimana dikutip langsung dari kitab Durratun Nashihin:
يَخْرُجُ الْمُؤْمِنُ مِنْ ذَنْبِهِ فِى اَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ
Artinya: "Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia."
Keterangan ini menggambarkan bahwa malam pertama adalah kesempatan "reset" bagi jiwa yang kotor.
Ampunan Allah SWT menyapu bersih noktah hitam pada diri orang beriman yang menyambut Ramadhan dengan penuh sukacita dan ketaatan.
Baca juga: Bacaan Niat Salat Tarawih Sendiri di Rumah, Lengkap Doa Setelah Witir
Pencapaian spiritual ini dapat diraih jika seorang mukmin melaksanakan tarawih dengan landasan iman (keyakinan) dan ihtisab (mengharap ridha Allah). Dengan niat yang benar, transformasi diri dari berlumur dosa menjadi suci layaknya bayi bukanlah hal yang mustahil.
Secara prinsip, keutamaan yang disebutkan dalam kitab tersebut selaras dengan hadis sahih Rasulullah SAW mengenai bulan Ramadhan. Ampunan dosa memang menjadi "tema utama" yang ditawarkan Allah SWT sepanjang bulan suci ini.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa yang berpuasa (dan menghidupkan malam) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari & Muslim).
Panduan Ibadah Malam ke-1 Ramadhan
Agar ibadah lebih afdal dalam menjemput ampunan tersebut, berikut adalah panduan niat dan doa yang dapat dibaca:
Shalat tarawih dikerjakan setelah shalat Isya hingga waktu fajar. Anda bisa melaksanakannya sendiri (munfarid) maupun berjamaah di masjid.
Bacaan niat secara sendiri:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat salat tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Selain salat tarawih, ibadah ini juga disempurnakan dengan salat witir.
Doa Kamilin
Setelah menyelesaikan rangkaian rakaat tarawih, umat Islam dianjurkan membaca Doa Kamilin. Doa ini berisi permohonan agar iman disempurnakan dan amal ibadah di malam mulia ini diterima oleh Allah SWT.
Teks bacaan Doa Kamilin dalam bahasa Arab.
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ
وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ
وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allahummaj‘alna bil imani kamilin. Wa lil faraidli muaddin. Wa lish-shlati hafidhin. Wa liz-zakati fa‘ilin. Wa lima ‘indaka thalibin. Wa li ‘afwika rajin. Wa bil-huda mutamassikin. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlin. Wa fid-dunya zahdin. Wa fil ‘akhirati raghibin.
Wa bil-qadla’I radlin. Wa lin na‘ma’I syakirin. Wa ‘alal bala’i shabirin. Wa tahta lawa’i muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyamati sa’irina wa ilal haudli waridin. Wa ilal jannati dakhilin. Wa min sundusin wa istabraqin wadibajin mutalabbisin. Wa min tha‘amil jannati akilin.
Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaribin. Bi akwabin wa abariqa wa ka‘sin min ma‘in. Ma‘al ladzina an‘amta ‘alaihim minan nabiyyina wash shiddiqina wasy syuhada’i wash shalihina wa hasuna ula’ika rafiqan. Dalikal fadl-lu minallahi wa kafa billahi ‘aliman.
Allahummaj‘alna fi hadzihil lailatisy syahrisy syarifail mubarakah minas su‘ada’il maqbûlin. Wa la taj‘alna minal asyqiya’il mardûdin. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma‘in. Birahmatika ya arhamar rahimin wal hamdulillahi rabbil ‘alamin.
Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat , yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih.
Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Keutamaan Shalat Tarawih Pada Malam ke-1 Ramadhan: Kembali Suci Seperti Bayi yang Dilahirkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Salat-berjamaah-002.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.