Harga Makanan Naik
Warung Bun Mel, Kuliner Ramah Mahasiswa yang Bertahan di Tengah Kampus Gorontalo
Sebuah warung makan sederhana di samping Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) justru menjadi primadona di tengah padatnya aktivitas mahasiswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KULINER-Warung-Bun-Mel-yang-berada-di-samping-Kampus-1-UNG.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warung Bun Mel di samping Kampus UNG menjadi favorit mahasiswa karena harga murah dan porsi besar.
- Dengan operasional hampir 24 jam dan rasa yang konsisten, warung ini mampu bertahan lebih dari enam tahun.
- Komitmen menjaga kualitas dan harga membuat Bun Mel terus diminati serta berencana membuka cabang baru.
Reporter: Ajeng Cakra, Mahasiswa Magang
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sebuah warung makan sederhana di samping Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) justru menjadi primadona di tengah padatnya aktivitas mahasiswa.
Warung Makan Bun Mel, milik Melty Hamim (55), dikenal luas karena menyajikan makanan lezat dengan harga terjangkau yang relatif stabil dalam enam tahun terakhir.
Warung ini menawarkan beragam menu andalan, seperti ayam iloni, ayam bakar iloni, sate tuna, hingga nasi kuning.
Dengan porsi yang cukup besar dan harga berkisar antara Rp10.000 hingga Rp13.000, Bun Mel menjadi pilihan favorit mahasiswa yang ingin makan enak tanpa menguras kantong.
Baca juga: UPDATE Harga BBM Pertamina 24 April 2026: Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik Tajam!
“Target utama memang mahasiswa karena lokasinya dekat kampus. Tapi banyak juga karyawan, ibu rumah tangga, dan anak kos yang datang,” ujar Melty.
Menariknya, warung ini beroperasi hampir 24 jam setiap hari, kecuali saat bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Untuk menjaga kualitas pelayanan, Bun Mel mempekerjakan sekitar 15 karyawan yang dibagi dalam dua shift, sehingga ketersediaan menu tetap terjaga dari pagi hingga malam.
Meski harga makanan tergolong murah, tambahan nasi tetap dikenakan biaya Rp2.000 hingga Rp3.000.
Namun, hal tersebut tidak mengurangi minat pelanggan. Warung ini tetap ramai, terutama saat jam makan siang dan malam.
Selain harga yang terjangkau, Warung Bun Mel juga dikenal dengan cita rasa autentik khas masakan kampung.
Menu seperti ikan bakar rica bawang tanpa tomat dan ayam rica bakar menjadi daya tarik tersendiri. Konsistensi rasa membuat pelanggan jarang memberikan keluhan.
Sebagai bentuk kepedulian, warung ini juga menyediakan minuman gratis berupa ST (soda tarik) untuk pembelian nasi kuning seharga Rp5.000, yang disebut sebagai bagian dari sedekah.
Ke depan, Melty berharap dapat mempertahankan usahanya di lokasi saat ini sekaligus membuka cabang kedua.
Dengan komitmen menjaga kualitas rasa dan harga yang ramah mahasiswa, Warung Bun Mel terus menjadi pilihan kuliner favorit di kawasan kampus.
Di tengah persaingan usaha kuliner, Warung Bun Mel membuktikan bahwa kesederhanaan, konsistensi rasa, dan pelayanan yang baik menjadi kunci bertahan dan berkembang.
(*)
| Suasana Taman Kalimadu, Destinasi Ngabuburit Warga Gorontalo |
|
|---|
| Binte Biluhuta jadi Primadona di Festival Kuliner Gorontalo, Peserta Peran Saka Nasional Ketagihan |
|
|---|
| Makanan Khas Se-Nusantara Hadir di Festival Kuliner Gorontalo, dari Jawa hingga Sumatera |
|
|---|
| Rokubar di GreeNWall: Perpaduan Roti Kukus & Roti Bakar yang Menggugah Selera |
|
|---|
| Warung Makan Wulan Jaya: Surga Kuliner Rumahan di Tengah Kota Gorontalo |
|
|---|