Harga BBM
Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Pengendara di Gorontalo Kaget tapi Tetap Bertahan
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi oleh PT Pertamina (Persero) mulai Sabtu (18/4/2026) turut dirasakan masyarakat di Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BBM-NAIK-Salihun-Hunowu-pengendara-yang-menggunakan-Pertamax.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga BBM nonsubsidi di Gorontalo mengalami kenaikan signifikan sejak 18 April 2026, terutama pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
- Meski lonjakan cukup tinggi, aktivitas pengisian di SPBU masih berjalan normal tanpa peningkatan signifikan jumlah konsumen.
- Sebagian masyarakat mengaku terkejut, namun tetap bertahan karena penggunaan kendaraan yang relatif terbatas.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi oleh PT Pertamina (Persero) mulai Sabtu (18/4/2026) turut dirasakan masyarakat di Gorontalo.
Sejumlah jenis BBM seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami lonjakan signifikan, sementara Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap pada harga sebelumnya.
Di lapangan, kenaikan ini belum sepenuhnya disadari oleh seluruh pengendara.
Salah satunya Salihun Hunowu, warga yang sehari-hari menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas di Kota Gorontalo.
Saat ditemui di SPBU Raja Eyato, ia mengaku baru mengetahui kenaikan harga tersebut.
Baca juga: Adhan Dambea Tegaskan Syarat Masuk SMP Kota Gorontalo Harus Bisa Ngaji Tak Akan Diubah
"Belum, baru kali ini dan nanti ini tau," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Meski begitu, ia mengaku cukup terkejut dengan lonjakan harga yang terjadi.
"Kaget, tapi biar saja hanya motor kecil juga," katanya.
Ia menggunakan motor Yamaha jenis Vega R.
Salihun menjelaskan, sepeda motor yang digunakannya hanya dipakai untuk kebutuhan rutin seperti pergi dan pulang kerja di dalam kota, serta sesekali ke Kabupaten Gorontalo.
Konsumsi BBM-nya pun relatif hemat, Ia menyebut, biasanya hanya membutuhkan sekitar Rp50 ribu untuk pengisian penuh yang dapat digunakan hingga hampir dua minggu.
"Dalam sekali pengisian, volume BBM yang masuk sekitar 4,5 liter," bebernya.
Dengan kenaikan harga Pertamax Turbo, ia memperkirakan harus menambah biaya sekitar Rp28 ribu untuk sekali pengisian penuh.
Meski ada tambahan beban, ia mengaku masih bisa menyesuaikan karena penggunaan kendaraan yang tidak terlalu intens.
Di sisi lain, pihak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyebut belum ada perubahan signifikan dari sisi perilaku konsumen pasca kenaikan harga.
Manager lapangan SPBU Raja Eyato, Abd. Rahman Djafar, membenarkan bahwa penyesuaian harga sudah berlaku sejak diumumkan oleh Pertamina.
Namun, ia menyebut aktivitas pembelian masih relatif stabil.
"Belum terlalu nampak," ungkapnya.
Ia menjelaskan, SPBU Raja Eyato saat ini menyediakan Pertamax Turbo dan Dexlite untuk jenis BBM nonsubsidi yang mengalami kenaikan.
Menurutnya, kuota Dexlite tidak menentu, sementara Pertamax Turbo disuplai sekitar 8 kiloliter setiap bulan.
"Kalau dexlite tidak menentu (kuotanya), sementara Pertamax Turbo 8 Kl dalam sebulan," pungkasnya.
Secara umum, ia memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU tetap aman dan jalur distribusi berjalan lancar.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi.
Sebelumnya PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai hari ini, Sabtu (18/4/2026).
Mengutip laman mypertamina.id, kenaikan terjadi untuk BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Sementara BBM nonsubsidi lainnya, yakni Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan harga.
Adapun penyesuaian harga ini terjadi setelah per 1 April 2026 Pertamina memutuskan tidak menaikkan harga BBM meski di tengah lonjakan harga energi global imbas perang di Timur Tengah.
Secara perinci, harga Pertamax Turbo kini dibanderol sebesar Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 dari sebelumnya seharga Rp 13.100 per liter.
Kemudian harga Dexlite menjadi sebesar Rp 23.600 per liter, melonjak Rp 9.400 dari sebelumnya seharga Rp 14.200 per liter.
Begitu pula dengan Pertamina Dex yang harganya menjadi sebesar Rp 23.900 per liter, melonjak Rp 9.400 dari sebelumnya yang seharga Rp 14.500 per liter.
Sementara untuk harga Pertamax tetap dibanderol sebesar Rp 12.300 per liter, serta Pertamax Green 95 tetap seharga Rp 12.900 per. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.